DPR: Olahraga akan bangkitkan semangat masyarakat seusai pandemi

DPR: Olahraga akan bangkitkan semangat masyarakat seusai pandemi

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda (kiri) berjabat tangan dengan perwakilan organisasi suporter Indonesia usai melakukan audiensi tentang pembentukan payung hukum bagi suporter di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).(ANTARA/HO/PSTI)

Olahraga akan menjadi pembangkit semangat masyarakat dan memberikan harapan baru
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meyakini sektor olahraga mampu membangkitkan semangat masyarakat Indonesia setelah pandemi penyakit virus corona (COVID-19) berakhir.

“Nanti setelah berbulan-bulan dikungkung informasi soal COVID-19, olahraga akan menjadi pembangkit semangat masyarakat dan memberikan harapan baru untuk hidup yang lebih baik,” ujar Syaiful kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Dan, salah satu olahraga yang bisa menjadi pemantik motivasi adalah sepak bola.

Kemeriahan sepak bola yang kembali di tengah-tengah masyarakat diyakininya akan membuat mentalitas Indonesia berubah. Kesedihan yang hadir akibat pandemi COVID-19 akan berganti dengan optimisme.

Baca juga: Ketika sepak bola kembali, artinya mimpi buruk berakhir

“Olahraga seperti sepak bola itu dekat dengan masyarakat. Penggemarnya sangat banyak. Sektor lain di luar olahraga belum tentu ada yang bisa menghasilkan harapan seperti itu,” tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Indonesia terus bergelut melawan pandemi COVID-19 yang mulai hadir sejak Maret 2020.

Sampai Rabu (8/4), ada 2.956 pasien positif COVID-19 di Indonesia, di mana 222 orang berhasil sembuh dan 240 pasien meninggal dunia.

Baca juga: Positif COVID-19 di Indonesia 2.956 kasus dan 222 pasien sembuh

Banyak pihak yang telah memberikan perkiraannya soal puncak pandemi COVID-19 di Indonesia.

Salah satunya adalah Badan Intelijen Negara (BIN), yang disebut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo memprediksi puncak COVID-19 di Indonesia terjadi pada Juni atau Juli 2020.

Sementara, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 13A tahun 2020 menyatakan bahwa status keadaan tertentu daurat bencana wabah penyakit akibat virus corona terhitung tanggal 29 Februari 2020 sampai 29 Mei 2020.

Jika pemerintah memperpanjang masa berlaku status darurat tersebut, PSSI memastikan akan menghentikan Liga 1 dan 2 Indonesia 2020.

Baca juga: PSSI akan hentikan liga 1-2 apabila status darurat corona diperpanjang

Baca juga: Komisi X minta nasib pesepak bola saat pandemi jelas sebelum puasa

Baca juga: Presiden FIFA: kesehatan pemain lebih penting dibandingkan sepak bola


Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AUMR, Robot yang akan jadi lawan tangguh COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar