Kematian akibat COVID-19 di Spanyol tembus angka 14.500

Kematian akibat COVID-19 di Spanyol tembus angka 14.500

Seorang pria berjalan di lapangan Puerta del Sol yang kosong saat penerapan kebijakan "lockdown" di tengah wabah COVID-19, di Madrid, Spanyol 5 April 2020. ANTARA FOTO/REUTERS / Juan Medina/aww.

Tidak ada jumlah yang baik menyangkut kematian ... (tapi) kita sekarang sedang berada dalam fase perlambatan
Madrid (ANTARA) - Kematian di Spanyol akibat virus corona penyebab penyakit COVID-19 pada Rabu naik lagi dalam semalaman hingga jumlah keseluruhan korban jiwa menjadi 14.555 orang.

Kementerian kesehatan mengatakan 757 orang meninggal dalam 24 jam terakhir ini, kenaikan dari 743 orang pada hari sebelumnya.

Dengan data terbaru itu, sudah 14.555 orang yang meninggal akibat COVID-19 di Spanyol. Angka kematian tersebut merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Namun, Menteri Kesehatan Salvadro Illa mengatakan jumlah tersebut merupakan angka yang terus melambat. Persentase laju kenaikan harian telah berkurang separuh daripada akhir Maret menjadi sekitar 5 persen.

"Tidak ada jumlah yang baik menyangkut kematian ... (tapi) kita sekarang sedang berada dalam fase perlambatan," katanya.

Bruce Aylward, penasihat senior untuk direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan wabah corona yang sedang berlangsung di Spanyol itu "memang melambat". Namun, ia memperingatkan agar Spanyol jangan sampai terlalu optimistis.

Secara keseluruhan, kasus COVID-19 di Spanyol naik menjadi 146.690 dari 140.510 pada Selasa (7/4).

Sumber: Reuters

Baca juga: Kasus corona di Spanyol lampaui 100.000

Baca juga: Spanyol kehilangan 900 ribu lapangan kerja sejak "lockdown"

Baca juga: Selama karantina wilayah, udara di Madrid lebih bersih

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penjagaan di pintu masuk Kabupaten Barito Kuala diperketat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar