Pedagang pasar di Surabaya wajib pakai masker dan sarung tangan

Pedagang pasar di Surabaya wajib pakai masker dan sarung tangan

Sejumlah pedagang pasar tradisional di Kota Surabaya, memakai masker sebagai upaya mencegah penularan Virus Corona atau COVID-19. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Kita wajibkan pedagang agar menggunakan APD
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan pedagang pasar di Kota Pahlawan, Jawa Timur, memakai alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan ketika berjualan di pasar sebagai upaya mencegah penularan Virus Corona atau COVID-19.

"Kita wajibkan pedagang agar menggunakan APD, salah satunya adalah sarung tangan dan masker agar mereka tidak kontak langsung dengan pembeli, terutama dengan uang," kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, Pemkot Surabaya sebelumnya telah membuat surat edaran protokol kesehatan di pasar-pasar. Surat edaran itu berupa imbauan kepada para pedagang dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Sebenarnya, lanjut dia, pembagian masker untuk pedagang di pasar-pasar tradisonal sudah berlangsung lama. Namun, lanjut dia, pihaknya membagikan pedagang yang belum mempunyai masker dan sarung tangan.

Selain membagikan masker gratis kepada para pedagang, lanjut dia, pihaknya juga mengedukasi mereka agar menerapkan protokol kesehatan, di antaranya dengan saling menjaga jarak, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan penyanitasi tangan hingga memakai APD seperti masker dan sarung tangan ketika berjualan di pasar.

Ia mengatakan setidaknya kurang lebih sekitar 10 ribu masker kain yang sudah dibagikan ke 81 pasar yang dikelola PD Pasar Surya. Bahkan, pembagian masker juga dilakukan kepada para pedagang di pasar-pasar yang dikelola LPMK dan Dinas Koperasi.

"Jadi kita juga bagikan masker dan hand sanitizer (penyanitasi tangan) gratis kepada mereka," ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya berharap kepada para pedagang agar ikut berpartisipasi dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. Sebab, untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini harus dilakukan secara bersama.

"Makanya kita beri stimulus bagikan masker gratis, supaya para pedagang itu juga ikut berpartisipasi," katanya.

Baca juga: Omzet pedagang Pasar Cempaka Putih Jakarta turun 60 persen
Baca juga: Pedagang sayur Pasar Senen layani pembeli secara jarak jauh

 

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pasar Sumber Cirebon ditutup setelah dua pedagang positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar