Dampak PSBB di Jakarta, perjalanan KA dari Yogyakarta berkurang lagi

Dampak PSBB di Jakarta, perjalanan KA dari Yogyakarta berkurang lagi

Suasana di dalam gerbong kereta Prambanan Ekspres (Prameks) saat pandemi corona. ANTARA/HO-Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta

Total jumlah perjalanan kereta dari Daop 6 Yogyakarta sudah berkurang sebanyak 142 kereta
Yogyakarta (ANTARA) - Jadwal perjalanan kereta api menuju Jakarta  dari wilayah PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta kembali berkurang terhitung mulai Jumat (10/4/2020) hingga 23 April 2020.

“Pembatalan perjalanan sejumlah kereta ini  disesuaikan dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di Jakarta,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Kamis.

Baca juga: Daop 6 Yogyakarta catatkan 28.000 pembatalan tiket sejak Maret

Selain kereta public service obligation (PSO) Bengawan yang melayani rute Purwosari-Jakarta Pasar Senen, perjalanan kereta yang juga dibatalkan adalah Argo Dwipangga relasi Solo Balapan-Jakarta Gambir, serta Senja Utama Solo dan Fajar Utama Solo relasi Solo Balapan-Jakarta Pasar Senen.

Dengan adanya tambahan pembatalan perjalanan kereta tersebut, Eko mengatakan, total jumlah perjalanan kereta dari Daop 6 Yogyakarta sudah berkurang sebanyak 142 kereta api, baik kereta yang diberangkatkan dari Daop 6 Yogyakarta maupun kereta yang melintas di wilayah kerja tersebut.

“Pembatalan ini dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penularan virus corona. Selain itu, jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi kereta api juga sangat sedikit,” katanya.

Baca juga: Daop 6 Yogyakarta batalkan 122 perjalanan kereta api untuk April

Saat ini, lanjut dia, hanya tersisa delapan perjalanan kereta api yang dioperasionalkan oleh Daop 6 Yogyakarta yaitu Batara Kresna yang melayani relasi Purwosari-Wonogiri, Prambanan Ekspres relasi Solo-Yogyakarta-Kutoarjo, Joglosemarkerto, Kahuripan, Sritanjung, Ranggajati, Sancaka, dan Wijaya Kusuma.

Eko memastikan KAI Yogyakarta tetap menjalankan protokol kesehatan saat mengoperasionalkan kereta api, yaitu memastikan jarak antarpenumpang terjaga sehingga dilakukan pembatasan jumlah penumpang yaitu maksimal 50 persen dari kapasitas.

Selain itu, penumpang diwajibkan mengenakan masker. Kewajiban tersebut berlaku penuh mulai Minggu (12/4/2020), dan bagi penumpang yang tidak mengenakan masker tidak diperbolehkan naik kereta dan tiket langsung dibatalkan.

Sedangkan untuk penumpang yang melakukan pembatalan tiket bisa memperoleh pengembalian biaya tunai langsung yang sudah berlaku sejak 1 April 2020.

Pengembalian biaya tunai langsung dapat dilakukan pada hari H keberangkatan hingga 30 hari setelah tanggal keberangkatan yang tertera di tiket.

Baca juga: KAI Yogyakarta berlakukan "social distancing" di stasiun dan kereta

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PT KAI operasikan kembali 3 KA GOPAR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar