Polisi tangkap pembunuh remaja saat tawuran di Jatinegara

Polisi tangkap pembunuh remaja saat tawuran di Jatinegara

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian memperlihatkan barang bukti kejahatan dalam insiden tawuran di Jembatan Ciliwung, Jatinegara, Minggu (5/4/2020). Dalam konferensi pers terbatas yang digelar di Mapolrestro Jaktim, Kamis (9/4/2020), ditetapkan dua tersangka yang menewaskan korban berinisial RF (16). (ANTARA/HO-Humas Polrestro Jaktim).

Masing-masing memiliki peran saat melakukan kekerasan fisik terhadap korban
Jakarta (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur menangkap dua pelaku pembunuhan remaja dalam tawuran yang berlangsung di Jatinegara, Minggu (5/4).

"Tersangka berinisial MA alias Gembel (20) dan FR (19) mereka ditangkap di Kebon Sayur," ujar Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian dalam konferensi pers terbatas di Mapolrestro Jaktim, Kamis siang.

Menurut Arie, sejumlah barang bukti dan kesaksian di tempat kejadian perkara (TKP) mengarah ke dua tersangka itu.

Insiden tawuran yang menewaskan seorang remaja berinisial RF (16) terjadi saat tawuran antardua kelompok remaja berlangsung di Jembatan Sungai Ciliwung pada pukul 02.00 WIB.

"Keduanya sering terlibat tawuran, jadi mereka memang suka mencari musuh. Menantang kelompok lain untuk tawuran," kata Arie.

Baca juga: Dua dari delapan tersangka tawuran konsumsi narkoba

Kedua tersangka sudah menyiapkan senjata tajam berupa celurit yang digunakan untuk menyerang korban hingga tewas.

"Masing-masing memiliki peran saat melakukan kekerasan fisik terhadap korban," ujarnya.

Korban dilaporkan menderita luka di bagian punggung dan dada akibat senjata tajam.

Usai mengeroyok, kedua tersangka kabur meninggalkan korban yang terkapar di Jembatan Sungai Ciliwung.

Rekan korban langsung membawa RF ke RS Premier Jatinegara untuk perawatan, namun korban lebih dulu meninggal dunia.

"Korban meninggal di RS Primier Jatinegara. Dari situ kita lakukan penyelidikan sampai akhirnya berhasil mengamankan kedua tersangka dan barang bukti," katanya.

MA dan FR dijerat pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Baca juga: Polisi ringkus delapan pemuda pelaku tawuran di Tambora

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kolaborasi tiga pilar antisipasi tawuran pelajar di Jakarta Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar