Sumenep beri insentif pada petugas medis COVID-19

Sumenep beri insentif pada petugas medis COVID-19

Rapat koordinasi Forkopimda Sumenep tentang penanganan virus corona (COVID-19) (ANTARA/Abd Aziz)

Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memberikan insentif bagi petugas medis yang bertugas menangani virus corona penyebab COVID-19 sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah setempat.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Sumenep Edy Rasyiadi di Sumenep, Kamis, keputusan memberikan insentif itu, sesuai hasil rapat internal Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Bupati dan Wakil Bupati Sumenep beberapa hari lalu.

"Setiap hari tim medis COVID-19 akan diberi insentif antara Rp50 ribu hingga Rp75 ribu," kata Edy.

Baca juga: Gubernur Jatim minta kepala desa pantau isolasi mandiri pemudik

Berdasarkan hasil perhitungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, tenaga medis yang bekerja di pos-pos penanganan COVID-19, bisa mendapatkan tunjangan sekitar Rp1.500.000 – Rp2.250.000.

Jumlah ini, belum termasuk gaji pokok yang diterima setiap bulannya.

Menurut dia, pertimbangan utama  memberikan tunjangan kepada para tenaga medis tersebut, karena mereka bekerja siang malam dengan risiko terdampak sangat tinggi.

Apalagi, sambung dia, sudah banyak tenaga medis, baik perawat ataupun dokter yang telah terpapar virus corona.

"Tunjangan ini, tidak hanya bagi tenaga medis yang bertugas di pos saja yang akan mendapatkan insentif, tapi juga termasuk tenaga kesehatan yang bertugas di puskemas," kata Edy.

Baca juga: Polda Jatim telah dirikan 114 posko observasi pemudik

Sementara itu, Kabupaten Sumenep tercatat sebagai kabupaten yang aman dari penyebaran virus corona.

"Tapi meski masih aman, kewaspadaan perlu terus kita tingkatkan, mengingat warga di kabupaten ini banyak yang menjadi perantau dan sebagian mulai pulang ke Sumenep," katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Sumenep, yang dirilisPemerintah Kabupaten Sumenep, jumlah Orang Dengan Resiko (ODR) sebanyak 18.002, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 49 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (ODP) dan pasien positif COVID-19 nihil.

Baca juga: Mendikbud luncurkan program "Belajar dari Rumah"
Baca juga: Yurianto: Efisiensi imbauan masker cegah COVID-19 terlihat pekan depan
Baca juga: Polres Kudus bagikan paket sembako bagi warga terdampak COVID-19


Pewarta: Abd Aziz
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sampang dan Sumenep pertahankan zona hijau COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar