UAE salurkan 33 ton bantuan ke Italia, Kazahkstan, Kolombia

UAE salurkan 33 ton bantuan ke Italia, Kazahkstan, Kolombia

Petugas kebersihan memakai pakaian pelindung menaiki pesawat Emirates Airbus A380 untuk melakukan pembersihan dengan cairan disinfektan sebagai langkah mencegah penyebaran virus COVID-19, di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (5/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/HO-Emirates Airline/hp/djo.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) menyalurkan bantuan perlengkapan medis dan alat pelindung diri dengan total berat 33 ton ke Italia, Kazakhstan, dan Kolombia guna membantu tiga negara itu mengendalikan penyebaran COVID-19.

"UAE telah memberikan 10 ton bantuan ke Italia, 13 ton bantuan ke Kazakhstan, dan 10 ton bantuan ke Kolombia dalam perang melawan COVID-19," kata Kedutaan Besar UAE untuk Indonesia di Jakarta lewat pernyataan tertulis, Kamis.

Menurut kedutaan, bantuan itu berupa ratusan ribu unit alat pelindung diri dan akan disalurkan kepada lebih dari 30.000 tenaga kesehatan di tiga negara tersebut.

Baca juga: Peneliti Universitas Khalifa buat ventilator dengan biaya lebih murah

Dalam pernyataan tertulis yang sama, otoritas di Italia disebutkan mengapresiasi bantuan dari UAE itu. Menteri Luar Negeri Italia, Luigi di Maio, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas.

"Kami saat ini mengalami fase, yang hanya dapat digambarkan sebagai perang melawan musuh tak terlihat, yang dilakukan oleh tenaga medis dan peralatan pelindung pribadi yang disediakan UAE ke Italia merupakan senjata kami dalam pertempuran ini," kata Maio.

"Italia tidak akan pernah melupakan negara-negara yang mendukungnya selama periode sulit ini, yang bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga krisis ekonomi dan sosial," tambah dia.

Di samping bantuan kesehatan, UAE juga menyediakan sistem pembelajaran jarak jauh yang telah digunakan 2,5 juta orang di negara-negara Liga Arab. "Dengan lebih dari 5.000 video pendidikan yang ditawarkan, platform ini melengkapi inisiatif pembelajaran jarak jauh UAE yang diluncurkan pada Maret 2020," terang kedutaan.

Baca juga: UAE pertama kali mengarantina distrik pasar emas atasi wabah corona

Pembelajaran jarak jauh berbasis Internet menjadi alternatif yang ditempuh banyak negara, termasuk UAE, untuk menyiasati penutupan sekolah akibat pandemi COVID-19. Adanya teknologi pembelajaran via Internet memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun tidak ada tatap muka langsung antara guru dan murid.

Sejak akhir tahun lalu mewabah pertama kali di Kota Wuhan, China, COVID-19 sampai saat ini telah menyebar ke lebih dari 200 negara dan menjangkiti lebih dari satu juta warga dunia.

Menurut data Worldometers, laman penyedia data statistik independen, jumlah pasien positif COVID-19 dunia mencapai 1.523.898 jiwa. Dari angka itu, 88.956 pasien meninggal dunia dan 332.800 lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, otoritas setempat melaporkan per Rabu (8/4) jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 2.659 jiwa, termasuk di antaranya 300 kasus baru yang ditemukan dalam waktu 24 jam dari satu hari sebelumnya (7/4), menurut laporan Kedutaan UAE di Jakarta.

Baca juga: Etihad Airways berencana tambah rute baru di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Angka kematian COVID-19 tetap, Italia pertimbangkan kebijakan lanjutan


 

Penjahit pakaian di Pangkalpinang jahit ribuan masker kain

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar