Izin impor tak ada, Bulog gagal ikut stabilkan harga bawang putih

Izin impor tak ada, Bulog gagal ikut stabilkan harga bawang putih

Pedagang menyortir bawang putih impor asal China di Pasar Tradisional Peunayung, Banda Aceh, Kamis (26/3/2020). Kementerian Perdagangan membebaskan untuk sementara izin impor bawang putih dan bawang bombay hingga 31 Mei 2020 untuk menjaga harga dan ketersediaan pangan untuk menghadapi dampak COVID-19 dan kebutuhan menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. ANTARA FOTO/Ampelsa/hp.

permainan bawang putih ini pada importir-importir selalu menimbun dulu. Di kala Lebaran dan puasa ini, baru mereka akan keluarkan pelan-pelan dengan harga yang tinggi
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui bahwa pihaknya tidak bisa ikut berperan menstabilkan harga bawang putih di pasaran karena stok kosong dan tidak memiliki izin impor komoditas tersebut.

"Hari ini Bulog tidak bisa mengintervensi pada masalah harga bawang putih karena Bulog tidak mendapatkan stok dan tidak memiliki stok," kata Budi Waseso dalam rapat virtual bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Kamis.

Budi Waseso atau akrab disapa Buwas tersebut menjelaskan bahwa Bulog sebenarnya telah mengajukan izin impor bawang putih kepada Pemerintah sejak Desember 2019 karena stok dalam negeri yang kian menipis.

Namun, Bulog ternyata tidak diberikan izin impor bawang putih, melainkan diberikan pada perusahaan/importir swasta.

Menurut dia, importir bawang putih kerap memainkan harga dengan menimbun stok menjelang Ramadhan. Ketika memasuki Ramadhan, perusahaan itu baru mengeluarkan stok perlahan dengan harga yang tinggi.

"Kami sudah tahu bahwasanya permainan bawang putih ini pada importir-importir selalu menimbun dulu. Di kala Lebaran dan puasa ini, baru mereka akan keluarkan pelan-pelan dengan harga yang tinggi," kata Buwas.

Ada pun impor bawang putih telah diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan diterbitkannya Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) sebanyak 450.000 ton kepada 54 importir.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata bawang putih nasional pernah mencapai puncaknya di level Rp55.700 per kg pada 11 Februari lalu.

Saat ini, harga rata-rata bawang putih hingga Kamis (9/4) mencapai 44.850 per kg. Di sisi lain, pemerintah menargetkan harga bawang putih berada pada kisaran Rp25.000-Rp30.000 per kg.

Baca juga: KPPU minta pemerintah beri sanksi pengusaha tunda impor bawang putih
Baca juga: Pelaku usaha khawatirkan harga impor bawang putih dari China naik
Baca juga: Kementan jamin pasokan bawang putih selama Covid-19 melalui impor

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bupati Temanggung desak Pemprov Jateng stop impor bawang putih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar