Pemkab Mentawai imbau masyarakat tak panik hasil tes cepat COVID-19

Pemkab Mentawai imbau masyarakat tak panik hasil tes cepat COVID-19

Tenaga medis dari Dinas Kesehatan Mentawai menjemput seorang warga yang dinyatakan positif COVID-19 dari hasil tes cepat untuk dilakukan isolasi di RSUD Mentawai. ANTARA/Agung Pambudi

'Rapid test' hanyalah sebagai 'skrining' atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa pasti infeksi virus corona
Padang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait dengan keluarnya hasil tes cepat salah seorang warga setempat yang dinyatakan positif virus corona baru (COVID-19).

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan jangan panik, ini baru hasil 'rapid test' (tes cepat), proses tes corona belum selesai sepenuhnya. Untuk menentukan apakah seseorang positif COVID-19 harus dilakukan tes swab,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mentawai, Lahmuddin Siregar. saat dihubungi ANTARA dari Padang, Kamis.

Ia menyebutkan seorang mahasiswi (Kode 324.I) dicatat sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) dengan keluhan batuk dan Isolasi di rumah selama 14 Hari.

Sebelum masa pemantauan sebagai ODP berakhir, dilakukan pemeriksaan dengan tes cepat antibodi di RSUD Mentawai dan hasilnya positif, selanjutnya naik statusnya menjadi PDP (Pasien Dalam Pemeriksaan).

Ia mengatakan saat ini pasien tersebut sudah dirawat di RSUD Mentawai dan hanya dengan gejala ringan, sedangkan pihaknya dalam maktu dekat akan melakukan klarifikasi dengan tes PCR (tes swab).

“Malam ini ada kapal datang yang membawa bahan pengambilan spesimen pasien, selanjutnya bahan tersebut akan dibawa, mudah-mudah semua berjalan lancar dan hasilnya negatif,” katanya.

Baca juga: Hasil rapid test, Diskes Bengkalis : PDP meninggal positif COVID-19

Ia menjelaskan tes cepat adalah metode penyaringan awal dengan sampel darah untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi itu akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

“'Rapid test' hanyalah sebagai 'skrining' atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa pasti infeksi virus corona,” katanya.

Antibodi yang terdeteksi pada tes cepat, katanya, bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau virus corona jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.

Untuk diketahui juta, katanya, virus corona memiliki empat genus, yaitu alfa, beta, gamma, dan delta, sedangkan yang menginfeksi manusia adalah genus alfa dan beta.

Orang yang hasil tes cepat positif, katnya, perlu melakukan pemeriksaan swab yang bisa melalui lendir hidung atau tenggorok dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus corona.

Pada Selasa(31/3), Pemkab Mentawai memberlakukan karantina wilayah dengan masa berlaku sampai 18 April 2020.

Baca juga: Hasil rapid test 154 pekerja migran Indonesia dari malaysia negatif
Baca juga: 67 ODP Sumsel pulang setelah hasil rapid test negatif COVID-19


Pewarta: Laila Syafarud/Agung Pambudi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penyaluran bantuan bagi korban banjir di Siberut Mentawai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar