Spanyol buat sitkom tentang pergulatan perempuan hadapi virus corona

Spanyol buat sitkom tentang pergulatan perempuan hadapi virus corona

Ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Spanyol membuat serial komedi situasi (sitkom) tentang kehidupan selama pembatasan wilayah virus corona, memperlihatkan perempuan bergulat dalam mengasuh anak, bekerja, membereskan rumah yang dikemas secara jenaka.

"Quarantine Diaries" adalah serial unik yang ditayangkan di jam utama televisi, memperlihatkan bagaimana pembatasan sosial menguji kehidupan di dalam rumah.

Dilansir Reuters, 15 aktor dalam sitkom merekam diri mereka sendiri di rumah dengan kamera masing-masing.

Para kaum Hawa yang pusing tujuh keliling harus bernegosiasi mengenai pengasuhan anak bersama pasangan, menghadapi anggota keluarga lansia lewat telepon dan tetap berupaya hidup sehat lewat kelas online, juga tekanan sehari-hari lainnya yang semakin menggila karena hidup dalam karantina.

"Kami punya aktor yang menggunakan kamera mereka untuk memberikan kita hiburan yang sangat diperlukan," tulis seorang warganet di Twitter setelah menonton tujuh episode pertama yang tayang di saluran RTVE.

Baca juga: Jelang Ramadan, Ungu rilis lagu "Jalan Panjangku"

Baca juga: Rahasia kesuksesan sinetron Ramadhan 90-an fenomenal "Doaku Harapanku"


Perdana menteri Spanyol mengatakan pembatasan wilayah yang pertama kali diumumkan pada 14 Maret mungkin akan berlangsung hingga akhir Mei.

Warga Spanyol hanya boleh keluar untuk pergi ke apotek terdekat atau supermarket serta untuk bekerja bila profesinya termasuk sektor penting, sementara anak-anak sama sekali tidak boleh keluar rumah.

Melakukan banyak hal dalam satu waktu terbukti sulit.

Sekitar 80 persen perempuan di Spanyol mengatakan mereka kesulitan bekerja dari rumah selama pembatasan wilayah, 97 persen merasa terganggu dengan distraksi dari anak-anak mereka, berdasarkan survey dari kelompok pembela hak perempuan Association Yo No Renuncio.

Penonton di Spanyol terbelah dua pendapat, ada yang beranggapan humor adalah cara terbaik untuk mendramatisasi pembatasan wilayah, sisanya merasa itu tak layak untuk negara di mana virus corona telah merenggut nyawa lebih dari 15.000 orang.

Baca juga: Sinetron religi belum rampung, stasiun TV putar otak untuk Ramadhan

Baca juga: Jelang Ramadhan, bagaimana produksi sinetron religi di tengah corona?

Baca juga: Rumah produksi kalang kabut tuntaskan sinetron religi untuk Ramadhan

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

AUMR, Robot yang akan jadi lawan tangguh COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar