Tiga pasien PDP di Pontianak meninggal dunia

Tiga pasien PDP di Pontianak meninggal dunia

Ilustrasi - Petugas membawa jasad pasien dalam pengawasan COVID-19. ANTARA/Yusrizal/am.

Sehingga total ada lima pasien PDP yang meninggal, tiga warga Pontianak dan dua lagi warga Kabupaten Kubu Raya yang meninggal dalam 24 jam terakhir.
Pontianak (ANTARA) - Data Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mencatat tiga Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 meninggal dunia.

"Ketiga pasien status PDP itu dirawat di RSUD Soedarso Pontianak," kata Kadis Kesehatan Pontianak, Sidiq Handanu di Pontianak, Jumat.

Sehingga total ada lima pasien PDP yang meninggal, tiga warga Pontianak dan  dua lagi warga Kabupaten Kubu Raya yang meninggal dalam 24 jam terakhir.
Baca juga: Satu pasien COVID-19 di Kalbar dinyatakan sembuh

"Pasien tersebut saat ini sudah dimakamkan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penaganan COVID-19. Pagi tadi sudah selesai dimakamkan, baik yang di Kota Pontianak dan di wilayah Kubu Raya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sidiq Handanu menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Pontianak akan menyiapkan rumah karantina untuk warga atau masyarakat yang berstatus ODP dan ODP COVID-19 di kota itu.

"Penyiapan rumah karantina itu akan menjadi tempat isolasi bagi warga yang berstatus ODP (Orang Dalam Pengawas) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) COVID-19," katanya.
Baca juga: 610 pedagang kantin sekolah terdampak pandemi COVID-19 dibantu sembako

Rumah karantina itu dikhususkan bagi masyarakat yang dinyatakan berstatus ODP dan PDP oleh petugas kesehatan. "Rencananya Rusunawa di Nipah Kuning, Kecamatan Pontianak Barat akan dijadikan rumah karantina dalam antisipasi melonjaknya kasus ODP dan PDP COVID-19 di Pontianak," ungkapnya

Rusunawa tersebut berlantai tiga, dengan kapasitas 68 kamar, dalam satu kamar memiliki tiga tempat tidur mandiri serta ada fasilitas dapur.

Dia menambahkan, Rusunawa tersebut sebelumnya diperuntukkan bagi ASN dilingkungan Pemkot Pontianak. "Dengan akan dijadikannya menjadi rumah karantina maka akan dilakukan penambahan fasilitas penunjang bagi pasien yang akan di rawat di rumah karantina itu," katanya

Sidiq menambahkan, setiap pasien yang berstatus ODP dan PDP akan dilakukan perawatan intensif di rumah karantina itu.
Baca juga: Wali Kota Singkawang-Kalbar dinyatakan negatif COVID-19
Baca juga: Dinkes Kalbar lakukan tes COVID-19 63 jemaah sajadah fajar

Pewarta: Andilala
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menekan penyebaran COVID-19 dengan program TOS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar