Polrestro Jakpus akan usulkan penutupan masjid cegah pelanggar PSBB

Polrestro Jakpus akan usulkan penutupan masjid cegah pelanggar PSBB

Ibadah Shalat Jumat yang dilakukan di Masjid Mifhtahul Jannah RW 11 Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020). Masih banyak masjid yang melakukan Shalat Jumat berjamaah meski sudah ada larangan untuk berkegiatan di luar rumah lebih dari lima orang. (ANTARA/HO/dokumentasi warga RW 11 Kebon Kosong)

KamiĀ akan mengusulkan penutupan masjid atau masjidnya digembok
Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat akan mengusulkan penutupan masjid-masjid di wilayah ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena kegiatan shalat berjamaah.

"Kami akan mengusulkan penutupan masjid atau masjidnya digembok," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Usulan tersebut nantinya akan disampaikan Heru dalam rapat khusus bersama Wali Kota Jakarta Pusat, Dandim 0501/Jakarta Pusat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Sabtu (11/4).

Selain menutup masjid-masjid, Heru juga akan mengusulkan pemasangan imbauan lewat spanduk di depan masjid yang menyatakan tempat ibadah selama masa PSBB tidak dibuka untuk umum terutama untuk berkumpul.

"Rencananya kita akan minta bersama Pak Wali Kota dan Dandim kepada FKUB dan MUI untuk pasang spanduk yang isinya imbauan masjid ini akan ditutup selama masa PSBB. Karena memang sudah tidak diperbolehkan dulu kegiatan di masjid dan sudah ada aturannya," kata Heru.

Baca juga: 10 masjid di Kemayoran langgar PSBB

Usulan itu akan diajukannya mengingat di hari pertama pemberlakuan PSBB, masih banyak masjid-masjid yang melanggar PSBB berupa Shalat Jumat berjamaah di Jakarta Pusat.

Heru mencontohkan salah satu kawasan yang paling banyak melanggar aturan PSBB di Kemayoran, yang diketahui 8- 9 titik masih melangsungkan Shalat Jumat yang diikuti hampir 150 orang di tiap titiknya.

"Misalnya di Kemayoran itu 8-9 titik (masih Shalat Jumat). Sebenarnya sudah diimbau dari jauh hari, tapi kalau masyarakat sudah banyak berkumpul seperti tadi jadi sulit juga dibubarkannya," kata Heru.

Kapolsek Kemayoran Kompol Syaiful Anwar membenarkan masih banyak warga yang abai dan memilih untuk melakukan Shalat Jumat meski aturan PSBB sudah diberlakukan, ia pun menyayangkan kejadian itu.

"Sepuluh lebih masjid di Kemayoran masih melaksanakan Shalat Jumat. Itu termasuk Masjid Al Amir yang ada di Asrama Polisi Kemayoran. Oleh karena itu nanti sore saya bersama Camat dan Danramil akan koordinasi lagi," kata Syaiful saat dihubungi ANTARA.

Baca juga: Dinsos DKI bagikan bantuan sosial di Jatinegara dan Cililitan

Seperti yang diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan aturan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Ibu Kota.

Salah satu kegiatan yang dilarang adalah beribadah di tempat ibadah dan mengumpulkan banyak massa.

"Terkait pembatasan untuk kegiatan rumah ibadah sama seperti sekarang. Di mana peribadatan keagamaan bersama di rumah ibadat itu diganti dengan kegiatan di rumah. Jadi beribadahlah di rumah," tegas Anies saat mengumumkan peresmian Peraturan Gubernur DKI nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4).

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

H+7 Lebaran, lebih dari 70 kendaraan di Tol Cikupa diminta putar balik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar