Gugus tugas: Hasil rapid test di Maluku Utara 13 orang reaktif

Gugus tugas: Hasil rapid test di Maluku Utara 13 orang reaktif

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, dr Rosita Alkatiri saat menyampaikan perkembangan dalam penanganan COVID-19 di Maluku Utara melalui video conference. ANTARA/Abdul Fatah

enam orang masuk kategori Orang Tanpa Gejala
Ternate (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) mencatat, dari 342 orang menjalani pemeriksaan rapid test ditemukan 13 orang reaktif dan 329 orang lainnya memiliki hasil non reaktif.

"Untuk 13 orang yang reaktif itu diantaranya enam orang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), lima Orang Dalam Pengawasan (ODP), satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan satu orang lainnya merupakan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, dr Rosita Alkatiri melalui video conference di Ternate, Jumat.

Menurut dia, dalam pemeriksaan rapid test itu mereka yang dinyatakan reaktif diantaranya berasal dari Halmahera Barat satu orang, Halmahera Utara tiga orang, Kota Ternate enam orang.

Baca juga: Antisipasi COVID-19, puluhan wartawan Maluku Utara jalani "rapid test"
Baca juga: Polda Maluku Utara minta tunda mudik cegah penyebaran COVID-19


Dia menyebut, untuk puluhan wartawan media cetak, online dan elektronik peliputan COVID-19 sebanyak 23 orang menjalani rapid test dalam upaya mengantisipasi terjadinya penyebaran wabah virus COVID-19 pada Jumat (10/4) hasilnya menunjukkan seluruh wartawan non reaktif.

Rosita menyatakan, untuk laporan yang diperoleh Dinas Kesehatan 10 kabupaten/kota dan KKP Kelas III Ternate diantaranya OTG sebanyak 89 orang, ODP 359 orang, PDP tujuh orang, pasien status terkonfirmasi positif COVID-19 dua orang, satu diantaranya sembuh.

Dia menambahkan, untuk ODP sesuai catatan terbanyak di Kabupaten Halmahera Selatan 109 orang, Halmahera Utara 79 orang, Tidore Kepulauan 43 orang, Kota Ternate 33 orang, Halmahera Timur 27 orang, Pulau Morotai 23 orang, Halmahera Barat 15 orang, Halmahera Tengah dan Kepulauan Sula 12 orang serta Pulau Taliabu enam orang.

Untuk kasus ODP terjadi penurunan sangat signifikan karena hari ini sebanyak 26 orang secara kumulatif dikarenakan telah selesai dalam masa pemantauan selama 14 hari, sedangkan untuk kasus PDP terjadi penambahan satu kasus di Kota Ternate.

Baca juga: Maklumat Wali Kota: Ternate diberlakukan jam malam cegah COVID-19
Baca juga: Pasien PDP COVID-19 di Maluku Utara bertambah satu
Baca juga: Tangani dampak COVID-19, Maluku Utara sediakan anggaran Rp4 miliar

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mendagri ingatkan kepala daerah di Malut untuk tetap fokus penanganan corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar