AP II berlakukan jam operasional baru di 12 bandara

AP II berlakukan jam operasional baru di 12 bandara

Ilustrasi - Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). ANTARA/Dokumentasi Angkasa Pura II

Bandara-bandara tersebut beroperasi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan normal
Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura II (Persero) memberlakukan jam operasional baru di 12 bandara guna optimalisasi layanan dan mendukung pencegahan penyebaran COVID-19.

Bandara-bandara itu adalah Kertajati (Majalengka), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Radin Inten II (Lampung), Supadio (Pontianak), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Banyuwangi.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat mengatakan di tengah pandemi COVID-19, bandara-bandara tersebut beroperasi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan normal.

Baca juga: Dampak COVID-19, AP I sesuaikan operasional 15 bandara

Kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari regulator dengan diterbitkannya notice to airmen terkait jam operasional bagi masing-masing bandara.

Menurut dia, meski jam operasional dipersingkat namun bandara-bandara itu akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

“Jam operasional di 12 bandara dipersingkat di tengah pandemi COVID-19, namun demikian PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat. Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance COVID-19,” katanya.

Selain itu, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional bandara karena misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik asal dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dipersingkatnya jam operasional dapat menjaga aspek kesehatan penumpang dan personel bandara.

“Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya COVID-19 ini yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara. Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuaian jam operasional sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara,” jelas Muhammad Awaluddin.

Berikut jam operasional terbaru di 12 bandara yang diterapkan pada periode tertentu.

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) sesuai Notice to Airmen (NOTAM) B0859/20, jam operasional menjadi 06.00-18.00 WIB pada 11-30 April 2020, dari sebelumnya 05.00-24.00 WIB.

Radin Inten II (Lampung), sesuai NOTAM CO413/20, jam operasional menjadi 10.00-20.00 WIB pada 10-30 April 2020, dari sebelumnya 06.00-21.00 WIB.

Supadio (Pontianak), sesuai NOTAM B0861/20, jam operasional menjadi 06.00-18.30 WIB pada 10 April – 29 Mei 2020, dari sebelumnya 06.00-24.00 WIB.

Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), sesuai NOTAM B0885/20, jam operasional menjadi 06.00-16.00 WIB pada 10-30 April 2020, dari sebelumnya 06.00-24.00 WIB.

Banyuwangi, sesuai Notam B0865/20, jam operasional menjadi 06.00-16.00 WIB pada 10-30 April 2020, dari sebelumnya 06.00-18.00 WIB.

Kertajati (Majalengka), sesuai Notice to Airmen (NOTAM) A0913/20, jam operasional menjadi 06.00-17.00 WIB pada 2 April-30 April 2020, dari sebelumnya 06.00-19.00 WIB.

Sultan Thaha (Jambi), sesuai NOTAM C0409/20, jam operasional menjadi 06.00-19.00 WIB pada 8-30 April 2020 dari sebelumnya 06.00-21.00 WIB.

Depati Amir (Pangkalpinang), sesuai NOTAM B0846/20, jam operasional menjadi 08.00-17.00 WIB pada 8-21 April 2020 dari sebelumnya 06.00-21.00 WIB.

Fatmawati Soekarno (Bengkulu), sesuai NOTAM C0408/20, jam operasional menjadi 07.00-17.00 WIB pada 7-30 April 2020 dari sebelumnya 06.00-21.00 WIB.

Sultan Iskandar Muda (Aceh), sesuai NOTAM A0937, jam operasional menjadi 08.00-18.00 WIB pada 5-15 April 2020, dari sebelumnya 06.00-22.00 WIB.

Tjilik Riwut (Palangkaraya), sesuai NOTAM C0410/20, jam operasional menjadi 05.00-18.00 WIB pada 10 April – 11 Mei 2020 dari sebelumnya 05.00-20.30 WIB.

Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), sesuai Notam B0854/20, jam operasional menjadi 07.00-18.00 WIB pada 9-30 April 2020 dari sebelumnya 07.00-19.00 WIB.

Muhammad Awaluddin menuturkan tujuh bandara PT Angkasa Pura II lainnya masih beroperasi dengan jam operasional normal dengan melihat perkembangan terbaru.

“Seperti Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma dan Kualanamu masih beroperasi 24 jam,” katanya.

PT Angkasa Pura II juga melakukan penyesuaian pola operasional di bandara-bandara yang dikelola.

Pola operasional yang dapat ditentukan di setiap bandara adalah normal operation, slow down operation, minimum operation dan terminate operation.

Penetapan pola operasional itu dilakukan dengan mempertimbangkan tren pergerakan penumpang pesawat dan frekuensi penerbangan di masing-masing bandara.

Melalui pola operasional yang ada maka setiap bandara dapat melakukan optimalisasi terhadap fasilitas dan personel di tengah pandemi global COVID-19.

Baca juga: Cegah penyebaran COVID-19, AP II wajibkan personel pakai masker kain
Baca juga: AP II jalankan strategi penyesuaian pola operasional bandara


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

25 April penerbangan ditiadakan, BIM berikan opsi ganti rugi tiket

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar