Amerika Bersatu bersosialisasi 'online' lewat Berpacu Dalam Melodi

Amerika Bersatu bersosialisasi 'online' lewat Berpacu Dalam Melodi

Warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat yang tergabung dalam organisasi ‘Amerika Bersatu’ menggelar aktivitas sosialisasi secara daring melalui program ‘Berpacu Dalam Melodi’ yang dihadiri sejumlah musisi Tanah Air. (ANTARA/HO-Amerika Bersatu)

Banyak diantara kami terpisah dari keluarga di Indonesia. Selain mengobati kangen, kami juga ingin menghapus jarak melalui virtual socializing menggunakan permainan dan musik untuk menghibur dan saling support
Jakarta (ANTARA) - Warga negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat yang tergabung dalam organisasi ‘Amerika Bersatu’ menggelar aktivitas sosialisasi secara daring melalui program ‘Berpacu Dalam Melodi’ yang juga diikuti sejumlah musisi Tanah Air.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, host sekaligus penggagas acara tersebut, Sinta Penyami, menyebut Berpacu Dalam Melodi edisi virtual itu diselenggarakan tak hanya sebagai hiburan semata, namun untuk mengobati kerinduan, saling memberi dukungan, dan menjalin kebersamaan di tengah masa wajib tinggal di rumah yang tengah berlaku di AS.

“Banyak diantara kami terpisah dari keluarga di Indonesia. Selain mengobati kangen, kami juga ingin menghapus jarak melalui virtual socializing menggunakan permainan dan musik untuk menghibur dan saling support,” jelasnya.

Sekitar 50-an WNI di AS, dari Pantai Barat ke Timur, bahkan Hawaii, turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Selain WNI yang berada di AS, hadir pula warga dari berbagai belahan Indonesia, antara lain Jakarta, Denpasar, bahkan Poso.

Sebagai pengisi acara, turut hadir rapper asal Indonesia Saykoji, serta musisi senior James F Sundah.

Acara kuis itu menyajikan lagu pop Indonesia, lagu daerah, lagu nasional, serta pop barat dari berbagai genre.

Saykoji juga sempat menyisipkan penghormatan bagi mendiang Glenn Fredly saat lagunya dijadikan salah satu pertanyaan kuis melalui senandung tebak lagu.

Sementara itu, James F Sundah mengungkapkan apresiasinya terhadap Amerika Bersatu karena telah memprakarsai acara itu.

“Pada saat ini, saya berada di Jakarta Selatan, yang merupakan zona merah virus corona di Indonesia. Istri dan anak saya berada di New York, yang juga merupakan zona merah di Amerika Serikat. Untung ada teknologi jadi kami terus dapat berkomunikasi setiap saat,” ujarnya.

Yanti Gordon, salah satu anggota tim kreatif Amerika Bersatu dari San Francisco, menegaskan bahwa pihaknya menginginkan untuk menggelar berbagai acara di tengah pandemi COVID-19 yang telah menjadi krisis global.

“Kami dari tim kreatif Amerika Bersatu bertekad untuk terus menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menghilangkan keresahan dan ketakutan pada masa-masa sulit ini,” ujar Yanti Gordon yang juga merupakan cucu menantu dari mendiang Irving Gordon, pencipta lagu legendaris Unforgettable.

Sebelum acara berakhir, Amerika Bersatu juga mengumumkan dukungannya atas usaha ILUNI Universitas Indonesia yang pada saat ini menghimpun dana untuk pembelian APD.


Baca juga: Kematian di AS akibat COVID-19 lewati angka 16.000

Baca juga: Deteksi dampak COVID-19, KBRI Washington pantau kesehatan WNI lansia


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Kepri tetapkan mandor berkebangsaan China sebagai tersangka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar