Aplikator diminta ringankan beban mitra pengemudi daring selama PSBB

Aplikator diminta ringankan beban mitra pengemudi daring selama PSBB

Petugas Satpol PP memberikan imbauan kepada pengemudi ojek daring saat giat Patroli Praja Peduli pada hari kedua berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Kalibata, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Hubungan antara pengusaha dengan pengemudi adalah kemitraan
Jakarta (ANTARA) - Aplikator transportasi daring diminta membantu meringankan beban mitra pengemudinya dengan melakukan relaksasi atau menghilangkan pemotongan setiap transaksi selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jika aplikator berniat akan membantu meringankan beban hidup para pengemudi ojek daring dan taksi daring, maka pemotongan setiap transaksi tidak lagi 20 persen tetapi dapat dikurangi hanya lima persen saja atau menghilangkan pemotongan itu lebih baik," ujar pengamat transportasi Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Dishub: Ojek daring hanya boleh angkut barang selama PSBB

Djoko mengapresiasi pengusaha angkutan bus yakni AKAP, AKDP dan pariwisata, lalu truk, angkutan travel, dan taksi reguler pada kondisi pandemi virus corona ini masih memberikan perhatian dengan cara bantuan sembako kepada awak kendaraan, teknisi serta pegawai lainnya.

"Hubungan antara pengusaha dengan pengemudi adalah kemitraan. Jika tidak bekerja tidak menerima penghasilan. Namun, mereka itu sudah dianggap seperti bagian keluarga perusahaan. Padahal, kalau melihat besaran keuntungan yang diperoleh pengusaha transportasi umum itu lebih kecil ketimbang aplikator transportasi daring. Ini hanya masalah kepedulian pada pegawainya yang selama ini telah menghasilkan pendapatan bagi perusahaan," katanya.

Sekarang ini, justru beberapa instansi pemerintah di pusat hingga daerah serta kelompok masyarakat yang lebih dulu memberikan bantuan hidup.

Misalnya, Pemprov Jawa Tengah memberikan makan siang bagi kelompok informal yang  terbanyak penerima berasal dari pengemudi ojek daring selama dua minggu di Semarang.

Demikian pula, hal yang sama diselenggarakan Institut Studi Transportasi (Instran) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di beberapa ruas jalan dan terminal penumpang di Jakarta dan masih banyak kepedulian kelompok masyarakat maupun individu lainnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto berharap pemberlakuan PSBB di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan segera terealisasi dan terintegrasi.

Integrasi ini akan memudahkan penelusuran gugus tugas maupun pihak terkait pada aspek epidemiologis atau pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi.

Yuri juga menilai, dengan integrasi yang berjalan dengan baik dan efektif, diharapkan akan memutus rantai penyebaran virus corona baru ini, mengingat manusia merupakan faktor pembawa penularannya.

Lebih lanjut, Yuri juga mengimbau masyarakat yang wilayahnya telah diberlakukan PSBB untuk patuh dan disiplin dengan aturan yang telah diberikan.

Baca juga: GrabBike sementara tidak bisa dipesan di Jakarta
Baca juga: Presiden dengar keluhan tukang ojek dan janji berikan kelonggaran

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kembali angkut penumpang, 700 pengemudi ojek daring jalani tes usap COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar