Babel siapkan Rp196,5 miliar, bantu 80.574 keluarga terdampak COVID-19

Babel siapkan Rp196,5 miliar, bantu 80.574 keluarga terdampak COVID-19

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan saat memimpin rapat dengan bupati dan wali kota se-Provinsi Kepulauan Babel, di Pangkalpinang, Senin (13/4/2020)/ (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Babel menanggung 30 persennya atau sekitar Rp58,9 miliar, sedangkan sisanya 70 persen atau Rp137,5 miliar dibagi ke enam kabupaten/kota
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama kabupaten dan kota menyiapkan Rp196,5 miliar untuk membantu ekonomi 80.574 kepala keluarga (KK) yang terdampak COVID-19 di pulau penghasil bijih timah ini.

"Kami bersama pemerintah kabupaten/kota menyepakati besaran anggaran untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19, sehingga nanti mereka bisa refocusing dan relokasi anggaraNnya," kata Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan dalam rapat bersama bupati dan wali kota se-Provinsi Kepulauan Babel, di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari 2016 hingga awal 2020 yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia tercatat 80.574 KK dengan penghasilan paling rendah dan rentan miskin.

Sebanyak 15 persen dari data keluarga rentan miskin tersebut merupakan penerima bantuan PKH dan BPNT/kartu sembako dengan jumlah 20.436 KK dan penerima BPNT tanpa PKH sebanyak 23.131 KK. Sebanyak 25 persen atau 36.910 dari 80.574 KK merupakan penduduk rentan miskin yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Untuk bantuan PKH dan BPNT Rp512.500 per bulan, sedangkan BPNT saja hanya Rp200 ribu per bulan, nantinya bantuan ini akan kita genapkan menjadi Rp1.000.000 per bulan setiap KK selama tiga bulan," ujarnya pula.
Baca juga: Satgas COVID-19 Babel mewaspadai kedatangan 400 TKI dari Malaysia


Menurut dia, jika satu KK mendapatkan Rp1.000.000 per bulan selama tiga bulan, setidaknya dibutuhkan anggaran Rp196,5 miliar.

"Bantuan BPNT ini kan 200 ribu rupiah, jumlahnya ada 23.313 KK berarti kekurangan anggaran Rp800 ribu setiap bulan selama tiga bulan total anggaran dibutuhkan Rp55,951 miliar," katanya lagi.

Sedangkan untuk jumlah penerima PKH dan BPNT ada 20.436 KK, per bulan Rp512.500 berarti kekurangan anggaran Rp487.500 untuk genap menjadi satu juta rupiah, sehingga anggaran yang dibutuhkan tiga bulan Rp29,887 miliar.

"Jumlah penerima bantuan di luar PKH dan BPNT sebanyak 36.910 KK ini belum ada bantuan sama sekali berarti genap satu juta rupiah per bulan dikalikan tiga bulan totalnya Rp110,730 miliar," katanya pula.

Ia menambahkan jika dijumlahkan setidaknya dibutuhkan anggaran Rp196,5 miliar untuk membantu 80.574 KK yang terdampak COVID-19 dan tersebar di enam kabupaten dan satu kota.

"Dari kebutuhan anggaran itu, Babel menanggung 30 persennya atau sekitar Rp58,9 miliar, sedangkan sisanya 70 persen atau Rp137,5 miliar dibagi ke enam kabupaten/kota," ujarnya lagi.
Baca juga: Gubernur Babel tinjau penanganan COVID-19 di pulau kecil


Dia merincikan porsi anggaran yang disediakan Pemkab Bangka Rp30,6 miliar, Belitung Rp17 miliar, Bangka Tengah Rp20,8 miliar, Bangka Barat Rp20,9 miliar, Bangka Selatan Rp13,9 miliar, Belitung Timur Rp16,1 miliar, dan Kota Pangkalpinang Rp17,9 miliar.

"Ini harus disediakan, alhamdullillah semua kabupaten menyetujuinya, tinggal kita menunggu keputusan dari Kabupaten Bangka," katanya pula.

Pewarta: Aprionis
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bertahan saat pandemi, UMKM manfaatkan BLT untuk tambahan modal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar