Pasien pertama positif COVID-19 di Kalsel dinyatakan sembuh

Pasien pertama positif COVID-19 di Kalsel dinyatakan sembuh

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel, HM Muslim. (Antaranews Kalsel/Humpro Kalsel.)

Banjarbaru (ANTARA) - Pasien pertama terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dinyatakan sembuh setelah hasil swab yang kedua dinyatakan negatif.

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel, HM Muslim di Banjarbaru Senin petang mengatakan, sembuhnya pasien berkode KS Covid#1 atau Ulin 01, laki-laki usia 45 tahun asal Banjarmasin tersebut, maka kini pasien positif yang sembuh menjadi tiga orang.

"Pasien Ulin 01 yang sembuh setelah menjalani perawatan selama 27 hari, merupakan pasien positif temuan pertama di Kalsel," katanya.

Baca juga: Bupati Karawang yang positif COVID-19 dinyatakan sembuh

Menurut Muslim, hasil test swab kedua kalinya dari laboratorium yang telah diterima tim medis RSUD Ulin Banjarmasin, menunjukkan yang bersangkutan telah negatif COVID-19, sehingga yang bersangkutan diperbolehkan pulang.

Pada kesempatan tersebut, Muslim juga menyampaikan, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel, tercatat kasus pasien positif berjumlah 34 orang.

Dari 34 kasus tersebut, 3 di antaranya sembuh, 4 orang meninggal dunia, dan 27 pasien masih dirawat RS rujukan.

Pasien positif terbanyak yang masih dirawat berasal dari rujukan Banjarmasin 13 pasien, Kabupaten Banjar 4 pasien, Kabupaten Batola 4 pasien.

Baca juga: Pasien sembuh 380, positif COVID-19 di Indonesia menjadi 4.557 kasus

Selanjutnya, Kota Banjarbaru 2 pasien, Kabupaten Tapin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong masing–masing 1 pasien.

Kondisi 14 pasien yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin rata-rata dalam keadaan stabil dan baik.

Hanya pasien berkode KS Covid#6, 20, 25, dan 30 masih mengalami sesak napas dan badan agak lemah.

(Antaranews Kalsel/Humpro Kalsel.)


Selebihnya yang dirawat di RS Ansyari Saleh Banjarmasin 3 orang, RS Boejasin Kabupaten Tanah Laut 2 orang, RS Abdul Aziz Barito Kuala 2 orang dan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 6 orang.

"Keenam pasien yang menjalani perawatan mandiri tersebut, dalam keadaan stabil dan baik," katanya.

Kondisi pasien dalam pengawasan di RS Ulin Banjarmasin yaitu Ulin 43, 46, 47,48 dan 49 masih mengalami sesak nafas, sedangkan 2 pasien lain dalam keadaan stabil.

Baca juga: Positif COVID-19 di Jakarta capai 2.242 kasus, 142 orang sembuh

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RS Ansyari Saleh yakni MAS 9 masih sesak nafas, sedangkan MAS 10 dan MAS 11 dalam keadaan stabil. PDP di RS Boejasin Tala yakni BJ 3 masih sesak nafas.

PDP yang dirawat di RS Balangan, BL 1 dan BL 2 dalam keadaan stabil. Sedangkan yang dirawat di RS Hassan Basery Kandangan, yakni HB 1, HB 2 dan HB 3 masih sesak nafas dan perlu perawatan intensif.

Sementara 2 PDP yang menjalani isolasi mandiri juga dilaporkan stabil. Terkait data orang dalam pemantauan (ODP) pada hari ini tercatat ada 1.232 ODP, meningkat 15 ODP dibanding sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.217 ODP.

Jumlah ODP terbanyak saat ini tercatat di Kota Banjarmasin yakni ada 300 ODP. Jumlah itu mengalami kenaikan signifikan dibanding sehari sebelumnya yang tercatat hanya 256 ODP.
 

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jepang beri pinjaman Rp6,95 triliun untuk Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar