BMKG: Kualitas udara Jakarta semakin baik menyusul penerapan PSBB

BMKG: Kualitas udara Jakarta semakin baik menyusul penerapan PSBB

Suasana Ibu Kota dua hari menjelang diterapkannya PSBB di DKI Jakarta, Rabu (8/4/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kualitas udara di Jakarta dari hari ke hari semakin baik menyusul penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi mobilitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Dari mulai awal WFH (Work from Home), sekitar tanggal 17 Maret, memang secara berangsur ada perubahan," kata Kepala Bidang Informasi Kualitas Udara BMKG Rahmattulloh Adji, SP melalui sambungan telepon kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kualitas udara di Jakarta berangsur membaik sejak ada seruan bagi pelajar untuk belajar dari rumah, demikian juga anjuran bagi pekerja untuk bekerja dan beraktivitas dari rumah.

Baca juga: Kesiapan "hinterland" Jakarta sinergikan penerapan PSBB

Baca juga: Sejak PSBB, tidak ada bus beroperasi dari Cirebon menuju Jakarta


Selanjutnya, kualitas udara ibu kota menjadi semakin baik setelah kebijakan PSBB diberlakukan guna membatasi penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19.

Rata-rata kualitas udara Jakarta saat ini tercatat sekitar 40 ug/m³ atau dalam kondisi baik dibandingkan dengan kualitas udara yang tercatat sebelum adanya penerapan PSBB.

"Jadi, sebenarnya sudah ada pengurangan tapi tidak secara drastis, karena kita tahu salah satu sumber pencemar yang besar di kota-kota besar adalah aktivitas manusia, transportasi terutama penyumbang terbesar," katanya.

Namun, sejak adanya PSBB, jalanan sudah terlihat sepi, aktivitas manusia juga sudah berkurang dan dari pengamatan yang dilakukan setiap 10 hari sejak Maret, kualitas udara di Jakarta telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Baca juga: Hampir tak ada perubahan perilaku, Pangdam Jaya akan evaluasi PSBB

Baca juga: Sepekan, pemberlakuan PSBB hingga Vanessa Angel tersangka


"Sejak WFH memang sudah ada perubahan, cuma belum signifikan, mulai April baru kelihatan karena PSBB sudah mulai ketat. Jadi, kalau kita lihat dari PSBB, aktivitas masyarakat di luaran juga sudah mulai dibatasi. Nah, ini tentunya berdampak," katanya lebih lanjut.

Dia berharap masyarakat dapat mematuhi kebijakan PSBB dengan menjaga jarak dan membatasi aktivitas di luar rumah, karena selain dapat membatasi penyebaran virus, PSBB juga berdampak baik terhadap peningkatan kualitas udara.

"Harapannya dengan mematuhi imbauan, arahan dari pemerintah, itu akan ada nilai positif yang akan bisa kita ambil. Mungkin masyarakat resah karena tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, tapi setidaknya kita akan menikmati kualitas udara yang baik. Dan mudah-mudahan wabah ini bisa segera berakhir," katanya.

Pewarta: Katriana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

La Nina dan El Nino, ini dampaknya bagi masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar