Gugus Tugas: 10 daerah tetapkan PSBB putus penularan COVID-19

Gugus Tugas: 10 daerah tetapkan PSBB putus penularan COVID-19

Bupati Bogor Ade Yasin (kanan) didampingi Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy (kiri) saat meninjaui persiapan jelang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Raya Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.

Kami akan bersatu padu dari pemerintah pusat, sampai pemerintah daerah
Jakarta (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga saat ini sudah ada 10 daerah di Tanah Air yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan COVID-19.
 

“Semua dilakukan semata untuk memutus kemungkinan terjadinya penularan dari satu orang dengan membatasi aktivitasnya,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB di Jakarta, Selasa.
 

Adapun daerah yang menyusul DKI Jakarta menerapkan PSBB yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Pekanbaru.
 

PSBB, kata dia, menguatkan kebijakan sebelumnya di antaranya dengan tetap tinggal di dalam rumah, menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan membatasi kegiatan agama dan sosial budaya lainnya.

Baca juga: Jakarta mulai salurkan bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar
 

Yuri menambahkan Kota Pekanbaru di Provinsi Riau, menjadi daerah yang baru menetapkan PSBB setelah kota itu menjadi episentrum COVID-19.

”Secara epidimologis ini menjadi sumber untuk Provinsi Riau dan sekitarnya,” katanya.
 

Ia mengajak semua masyarakat untuk patuh dan disiplin termasuk warga di wilayah PSBB agar membatasi kegiatan sosial agar penularan COVID-19 bisa dihentikan.
 

Dalam kesempatan itu, ia mendorong agar masyarakat tidak panik namun menganjurkan mereka memperbaharui informasi dari sumber resmi pemerintah seperti melalui laman COVID19, sambungan 119, Whatsapp COVID-19, Halo Kemenkes 1500567 dan aplikasi telemedis.
 

“Kami akan bersatu padu mulai dari pemerintah pusat, sampai pemerintah daerah hingga desa, RT, RW dan tingkat keluarga,” katanya.
 

Gugus Tugas mengungkapkan jumlah kasus positif hingga Selasa (14/4) mencapai 4.839 kasus positif, kasus sembuh sebanyak 426 orang dan meninggal dunia sebanyak 459 orang.
 

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 10.482 orang dan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 139.137 orang.

Baca juga: Prosedur pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar