Ikatan Pesantren Indonesia: Masyarakat jangan terpecah saat COVID-19

Ikatan Pesantren Indonesia: Masyarakat jangan terpecah saat COVID-19

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad. (ANTARA/Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad mengimbau masyarakat jangan mudah terpecah belah saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan sejumlah negara.

"COVID-19 ini adalah ujian dari Allah dan teguran bagi umat muslim yang harus kita hadapi bersama, tidak saja jadi tanggung jawab pemerintah tapi semua pihak," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Seruan tersebut disampaikan sebab masih saja ada tokoh masyarakat, pengamat, dan politisi yang dinilainya mencari panggung dan memperkeruh suasana dengan menyalahkan pemerintah.

Kiai yang biasa dipanggil Gus Zaini sekaligus pengasuh pondok pesantren Al Ikhlas Pasuruan Jawa Timur tersebut juga menyesalkan masih adanya pihak memperkeruh suasana dan menyebarkan berita bohong.

"Ini bukan waktunya saling menyalahkan dan menjatuhkan," ujar dia.

Baca juga: Pemprov kawal kepulangan santri Pesantren Gontor asal Sulsel

Baca juga: Kodam IM kampanyekan pencegahan COVID-19 di pesantren


Saat ini sebagai masyarakat semua orang harus bersatu dan gotong royong dalam mengatasi pandemi COVID-19. Sebagai salah satu organisasi Islam yang menjadi wadah pesantren dengan jumlah anggota mencapai 16 ribu pondok pesantren dan tersebar di seluruh Indonesia, IPI juga membentuk Satuan Tugas Pencegahan COVID-19.

"Harapannya wadah ini dapat berkoordinasi, bersinergi, dan menggalang potensi pesantren untuk dapat berperan aktif membantu pemerintah mengatasi COVID-19," kata dia.

Menurut Gus Zaini, dalam kondisi seperti ini seharusnya semua pihak melakukan sesuatu yang konkret dan membantu secara nyata. Selain itu setiap elemen masyarakat diminta menahan diri agar tidak mengeluarkan sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan kontraproduktif.

"Mari bersama sama berdoa supaya wabah ini semua cepat berlalu," ujarnya.

Hingga Selasa sore (14/4) pukul 16.15 WIB jumlah pasien COVID-19 sembuh di Tanah Air mencapai 426 jiwa. Kemudian yang dirawat yaitu 3.954, meninggal dunia 459 dan positif 4.839.*

Baca juga: Polresta Sidoarjo cek kesehatan santri pulang dari Pesantren Sidogiri

Baca juga: Santri Pesantren Tebuireng dipulangkan untuk cegah penularan COVID-19

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya BI lahirkan santri mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar