Bulog jamin ketersediaan beras di DIY hingga Juni 2020

Bulog jamin ketersediaan beras di DIY hingga Juni 2020

Dokumentasi - Pekerja menata Beras untuk Rakyat Miskin (raskin) saat proses distribusi raskin oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/5/2015). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/aa.

masyarakat di wilayah DIY saat ini tidak perlu khawatir karena stok (beras) aman
Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Perum Bulog Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin ketersediaan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan mendatang di tengah pandemi COVID-19.

"Dalam rangka mewaspadai virus corona dan kebutuhan menjelang lebaran, masyarakat di wilayah DIY saat ini tidak perlu khawatir karena stok (beras) aman," kata Kepala Kantor Wilayah Bulog DIY Juaheni saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Juaheni, stok beras yang tersedia di Gudang Bulog DIY saat ini mencapai 18.164 ton yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Juni 2020.

Dengan mengacu persediaan itu, ia juga memastikan bahwa kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah aman.

Apalagi, berdasarkan pemantauan Bulog DIY, sejak munculnya kasus COVID-19 hingga saat ini belum terjadi pembelian beras dalam jumlah besar atau panic buying di pasaran.

Ia mengatakan persediaan beras diperkirakan masih akan terus bertambah karena mulai April 2020, Bulog DIY kembali menyerap beras maupun gabah dari petani.

Meski demikian, ia belum dapat merinci rata-rata besaran serapan harian di tingkat petani karena panen padi di DIY belum merata. "Karena panen juga belum merata sehingga (serapan harian) belum bisa kami informasikan," kata dia.

Selain beras, kebutuhan pokok lainnya yang tersedia di Gudang Bulog DIY adalah minyak goreng mencapai 13.434 liter, tepung terigu 22 ton, serta daging kerbau 5 ton. "Untuk gula sementara masih kosong karena masih menunggu kebijakan dari pusat," kata dia.

Sementara itu, pelaksanaan operasi pasar di DIY juga bakal dibatasi karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan.

Untuk meminimalisasi penularan virus corona baru, Kanwil Bulog DIY menyediakan layanan pembelian bahan pangan secara daring melalui "ipanganandotcom" yang dapat diakses di aplikasi belanja Shopee.

"Masyarakat lebih praktis dalam berbelanja bahan pangan, cukup klik dari gadget anda, bahan pangan seperti beras sudah diantar sampai rumah masing-masing. Langkah ini juga mendukung gerakan #dirumahsaja dan mewujudkan #socialdistancing," kata Juaheni.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto sebelumnya menyebutkan bahwa harga beras masih normal di kisaran Rp9.633 per kg untuk IR I dan Rp9.767 per kg untuk IR II.

Sejumlah harga kebutuhan pokok lainnya seperti cabai, telur ayam, dan bawang putih sincau justru sempat mengalami penurunan karena masyarakat atau konsumen yang berkunjung ke pasar tradisional di Yogyakarta jauh berkurang dibandingkan sebelum muncul COVID-19.

Penurunan jumlah pengunjung itu, khususnya terjadi di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Demangan, Kota Yogyakarta.

"Untuk di pasar, tingkat pengunjung turun sampai 50 persen," kata Yanto.



Baca juga: Bulog jamin stok beras cukup selama masa penanganan COVID-19
Baca juga: Jaga stok, Bulog serap 950.000 ton beras tahun ini
Baca juga: Bulog Surakarta pastikan stok beras aman

Baca juga: Bulog Sumut jamin stok beras untuk bantu kendalikan harga

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Serap beras petani 300 ton per hari, Bulog jamin stok beras di Sultra aman

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar