Nadiem perbolehkan dana BOS dan BOP PAUD untuk pulsa dan masker

Nadiem perbolehkan dana BOS dan BOP PAUD untuk pulsa dan masker

Mendikbud Nadiem Makarim dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu (15/4/2020) (ANTARA/HO- Dok pri)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Kesetaraan digunakan untuk pembelian pulsa hingga masker selama pandemi COVID-19.

"Untuk dana BOS dan BOP PAUD dan Kesetaraan dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik maupun peserta didik dalam rangka mendukung pembelajaran di rumah," ujar Mendikbud dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu.

Dana BOS dan BOP PAUD dan Kesetaraan juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker, dan penunjang kebersihan.

Hal itu tertuang dalam perubahan kebijakan penggunaan dana BOS dan BOP PAUD dan Kesetaraan selama pandemi COVID-19.

Baca juga: Mendikbud sebut dana BOS bisa untuk guru honorer tak miliki NUPTK

Baca juga: Nadiem: Semangat gotong royong tentukan kecepatan penanganan COVID-19

Baca juga: Nadiem sebut pencairan KIP dipercepat


Nadiem menambahkan perubahan kebijakan itu juga menjadi landasan bagi kepala sekolah di daerah yang masih tidak percaya diri dalam menggunakan dana BOS untuk mendukung pembelajaran daring.

"Seiring dengan pandemi ini, dana BOS bisa digunakan untuk pulsa ataupun layanan pembelajaran daring berbayar," kata dia.

Nadiem menambahkan dana BOS bisa digunakan untuk pembelian pulsa, asalkan secara jelas dan transparan.

"Jadi tidak ada keraguan lagi, dana BOS bisa digunakan untuk pulsa, paket data, layanan pendidikan,dan lainnya," kata Nadiem lagi.

Selain penggunaan dana BOS dan BOP PAUD dan Kesetaraan untuk pulsa maupun masker, dana BOS reguler dapat digunakan untuk membayar gaji guru honorer yang tidak memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), dengan kriteria sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (dapodik) per 31 Desember 2019, belum mendapatkan tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat COVID-19 yang ditetapkan pemerintah pusat.

Nadiem menjelaskan kebijakan itu ditetapkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah selama pandemi COVID-19.

Untuk ketentuan pembayaran maksimal 50 persen sudah tidak lagi berlaku. Mendikbud menambahkan kepala sekolah tetap dapat memberikan honor kepada para tenaga kependidikan jika masih tersedia dana setelah digunakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pendidikan pada masa darurat COVID-19.

Dana BOS dan BOP PAUD dan Kesetaraan itu juga dapat digunakan untuk memberikan biaya transportasi bagi para pendidik.*

Baca juga: Mendikbud luncurkan program "Belajar dari Rumah"

Baca juga: Mendikbud ungkap lima strategi untuk tingkatkan penilaian dari PISA

Baca juga: Kemendikbud dukung seniman tetap produktif selama pandemi COVID-19


 

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar