Kapolda Jatim: "Rapid test" bagi orang berkerumun berlanjut

Kapolda Jatim: "Rapid test" bagi orang berkerumun berlanjut

Tim kesehatan saat melakukan "rapid test" untuk mendeteksi COVID-19 kepada salah seorang pengunjung kafe di Kota Surabaya, Senin (13/4/2020) malam. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemprov Jatim/FA)

Razia kami gelar bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jatim. Pangdam dan Sekdaprov Jatim pernah ikut turun melakukan razia
Surabaya (ANTARA) - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memastikan rapid test atau tes cepat virus Corona (COVID-19) bagi orang-orang yang masih berkerumun terus berlanjut.

"Razia kami gelar bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jatim. Pangdam dan Sekdaprov Jatim pernah ikut turun melakukan razia," ujarnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu malam.

Selama tiga hari terakhir, kata dia, razia dengan penindakan rapid test terhadap orang-orang yang nongkrong di warung kopi gencar dilakukan di wilayah Kota Surabaya.

Baca juga: Polda Jatim terapkan isolasi terbatas di kawasan Pasar PPI Surabaya

Razia dilakukan menyusul data persebaran kasus pasien positif COVID-19 di "Kota Pahlawan" yang terus melonjak, dari 97 orang pada 11 April 2020 menjadi menjadi 244 orang pada hari ini.

Jenderal polisi bintang dua tersebut menegaskan razia kali ini tak hanya sekadar pembubaran massa yang berkumpul.

"Razia dengan mengamankan orang juga pernah kami lakukan karena yang bersangkutan telah terjaring berkali-kali. Sekarang penindakannya dengan rapid test," ucapnya menegaskan.

Kapolda menyebut pada hari pertama (Senin, 13/4) melakukan rapid test terhadap 200 orang yang terjaring razia di warung-warung dan kafe wilayah Kota Surabaya.

Baca juga: Polda Jatim instruksikan polres jajaran gelar "rapid test on the spot"

Kemudian, pada hari kedua (Selasa, 14/4) menjaring sekitar 100 orang yang juga langsung dilakukan rapid test.

"Di hari kedua terdapat dua orang yang dinyatakan positif. Sampai sekarang diisolasi di RS Bhayangkara sampai hasil swab-nya keluar," katanya.

Sementara itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif di Jatim saat ini mencapai 499 orang atau bertambah 25 orang dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 474 orang.

Warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 1.621 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya 1.498 orang, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 15.328 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya sejumlah 14.931 orang.

Baca juga: Polisi temukan dua orang positif COVID-19 saat "rapid test" di warkop

Baca juga: Polda Jatim rencanakan Jln. Pandegiling kawasan "physical distancing"

Pewarta: Fiqih Arfani/Hanif Nashrullah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menaker pantau tes cepat COVID-19 pekerja hotel Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar