KBRI, mahasiswa silaturahmi "online" saat wabah COVID-19 di Pakistan

KBRI, mahasiswa silaturahmi "online" saat wabah COVID-19 di Pakistan

Duta Besar RI untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri bersilaturahmi secara daring (online) dengan para mahasiswa Indonesia di Pakistan pada Rabu (15/4/2020) di tengah wabah penyakit infeksi virus corona baru (COVID-19). ANTARA/HO-KBRI Islamabad/am.

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri bersilaturahmi secara daring (online) dengan para mahasiswa Indonesia di Pakistan pada Rabu (15/4) di tengah wabah penyakit infeksi virus corona baru (COVID-19).

"Jarak bukanlah halangan bagi kita yang masih punya banyak alasan positif untuk tetap bertahan di tengah tantangan yang kita hadapi. Untuk itu, kita patut bersyukur dapat memanfaatan teknologi virtual sehingga pertemuan silaturahmi ini dapat terwujud,” kata Dubes Iwan.

Menurut dia, di tengah suasana pembatasan jarak sosial dan fisik akibat wabah COVID-19 di Pakistan, silaturahmi antara KBRI Islamabad dengan mahasiwa harus tetap dijaga, seperti disampaikan dalam keterangan KBRI Islamabad yang diterima di Jakarta, Kamis.

Acara silaturahmi virtual yang digagas oleh KBRI Islamabad itu diikuti lebih dari 200 orang mahasiswa dalam satu forum interaksi yang berlangsung dengan tertib dan lancar.

Pertemuan daring itu juga menjadi sarana silaturahmi bagi KBRI Islamabad untuk mengetahui dan memastikan semua mahasiswa Indonesia dan keluarga besar KBRI dalam keadaan baik.

"Dalam situasi yang tidak normal dan prihatin seperti ini, kita harus mampu menjaga dan mengelola fisik, jiwa dan pikiran agar tetap sehat dan jernih," ujar Dubes Iwan.

Pada pertemuan virtual itu, Atase Pertahanan KBRI Islamabad, Kolonel ARH Dody Muhtar Taufik, selaku Komandan Satgas Penanganan Situasi Khusus dan Perlindungan WNI terkait penyebaran COVID-19 di Pakistan, berbagi informasi kepada mahasiswa mengenai situasi terkini di Pakistan.

"Dalam upaya mengantisipasi dan menghambat penyebaran COVID-19, Pemerintah Pakistan sejak 16 Maret 2020 memberlakukan karantina wilayah. Ruang gerak kita, masyarakat Indonesia di Islamabad dan Pakistan secara keseluruhan menjadi sangat terbatas," jelas Kolonel Dody.

Dia juga mengimbau agar mahasiwa tetap waspada, menjaga kesehatan, selalu menaati ketentuan otoritas Pakistan untuk membatasi kontak langsung sosial dan tetap beraktivitas positif selama masa karantina.

Dody juga menyampaikan tentang kemungkinan perpanjangan masa karantina hingga bulan Ramadhan.

Untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadhan tahun ini, KBRI Islamabad mengajak mahasiswa Indonesia mengadakan kegiatan buka puasa bersama. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini acara buka bersama akan dilaksanakan secara daring.

Menjelang buka puasa di masing-masing tempat, mahasiswa akan memaparkan materi keislaman dan dilanjutkan dengan diskusi secara daring.

Baca juga: KBRI berikan bantuan logistik pada WNI di Pusat Karantina Pakistan
Baca juga: Dokter di Pakistan wafat, tenaga medis protes alat pelindung kurang
Baca juga: Pakistan umumkan kasus kelima COVID-19

 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Yurianto sebut Wisata COVID-19 bisa jadi opsi isolasi mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar