Palembang (ANTARA News) - Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Rahmad Darmawan merasa belum puas dengan performa skuadnya, kendati Charis Yulianto dkk berhasil mengkandaskan Persibo Bojonegoro 5-0, pada pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (28/5).

"Saya melihat anak-anak mengendurkan serangan setelah memimpin di babak pertama dan di pertengahan babak kedua. Ini tidak boleh terjadi dalam sebuah pertandingan, mereka harus tetap menjaga tempo permainan hingga akhir pertandingan," ujar Rahmad, di Palembang, Jumat.

Mantan pelatih Persija dan Persipura ini menilai, hasil yang didapatkan itu belum cukup memuaskan, mengingat tim yang dihadapi adalah tim yang berada di peringkat enam klasemen sementara divisi utama.

"Pemain seharusnya tidak boleh menurunkan semangat kendati telah unggul dalam jumlah gol. Jika berhadapan dengan lawan yang memiliki kualitas bagus, celah seperti ini pasti akan dimanfaatkan oleh lawan," kata pelatih yang membawa Persipura juara Liga tahun 2005 lalu.

Ia mengaku, mengarahkan timnya agar bermain menyerang dan memberikan tekanan kepada beberapa pemain "Laskar Angling Dharma", julukan Persibo, yang memiliki kecepatan, seperti Samsul Arif (penyerang), Varney Pas Boakay (bek), dan Abel Cielo(gelandang).

"Sejak awal saya mewanti-wanti pemain untuk mengantisipasi pemain Persibo yang memiliki kecepatan, dengan maksud agar mereka tidak dapat mengembangkan permainan karena tidak diberikan ruang. Strategi ini cukup berhasil," ujar Rahmad.

Rahmad menegaskan, hasil pertandingan ini, diharapkan tidak akan membuat SFC FC lengah dan melepas begitu saja laga leg kedua ketika tandang ke markas Persibo.

"Perjuangan belum berakhir, apapun bisa terjadi. Kami berkaca atas kekalahan Pelita Jaya beberapa waktu lalu, yang akhirnya kalah walaupun unggul selisih empat gol di leg pertama," kata pelatih asal Metro, Lampung ini pula.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009