Pimpinan DPRD minta bansos jangan melewatkan golongan rentan miskin

Pimpinan DPRD minta bansos jangan melewatkan golongan rentan miskin

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani ditemui wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (2/4/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

Kan ada kelompok yang situasi ekonomi berubah sedikit langsung miskin, biasa disebut rentan miskin
Jakarta (ANTARA) - Pimpinan DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta pembagian bantuan sosial (bansos) berupa sembako dengan target 1,1 juta orang oleh Pemprov DKI Jakarta, jangan sampai melewatkan golongan rentan miskin.

Menurut politisi PAN ini, kelompok masyarakat tersebut harus diperhatikan karena kategori ini sering terlewat oleh pemerintah.

"Sosialisasinya harus jelas. Kapan bantuan bakal datang, lalu orang yang akan menerima sudah ada datanya di RW. Jadi, datanya jadi mutakhir. Orang yang benar-benar butuh bisa lapor. Jadi, tidak ada yang terlewat. Kan ada kelompok yang situasi ekonomi berubah sedikit langsung miskin, biasa disebut rentan miskin, ini yang jumlahnya sangat besar. Yang butuh harus dapat," kata Zita dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, secara khusus Zita mengapresiasi langkah cepat dari Pemprov DKI Jakarta yang menurutnya dapat langsung mengurangi beban di masyarakat.

Baca juga: Zita usul skema pembagian logistik jadi solusi warga tak keluar rumah

"Kami sudah bicara ini dari awal. Respon Pemprov dan pak Anies Baswedan sangat tepat dan cepat. Saya merasa kepemimpinan yang memiliki sense of crisis. Semoga warga dapat menikmati, masalah pun bisa berkurang. Saya yakin ini tidak akan menyelesaikan, paling tidak sedikit membantu," kata Zita melanjutkan.

Zita sendiri mengaku sudah mengelilingi beberapa daerah di Jakarta dan memiliki beberapa masukan penting untuk disampaikan langsung kepada Anies.

"Ide yang baik tentu harus ditopang dengan teknis distribusi yang baik, berikut beberapa masukan saya. Pertama, prosedur pembagian harus mengedepankan prinsip jarak fisik dan sosial. Saya lihat pembagian bantuan di beberapa titik membuat kerumunan baru. Nanti, yang tidak sakit bertemu sama yang sakit, kita kan tidak tahu," tuturnya.

Selain itu, Zita menekankan paket bantuan itu harus benar-benar sehat, tidak hanya makanan instan saja.

Baca juga: Waka DPRD: Warga terdampak wabah perlu perhatian pemprov

"Kemarin masih ada biskuit atau makanan instan, bisa diganti dengan sayuran, bawang, ayam/daging, tahu, tempe, sehingga lebih sehat," tutur Zita menambahkan.

Hingga Kamis siang ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru di Indonesia sebanyak 5.136 kasus, dengan 446 pasien sembuh dan 469 orang meninggal dunia.

Di Jakarta sendiri, sebanyak 202 orang dinyatakan telah sembuh, dari total 2.670 orang kasus positif, dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 248 orang, kemudian 1.601 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 619 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: DPRD: Revitalisasi Jalan Sabang masih dikaji bersama

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 3.040 orang (2.456 sudah selesai dipantau dan 584 masih dipantau) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2.456 orang (1.298 sudah pulang dari perawatan dan 1.167 masih dirawat).

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kecanduan internet di Indonesia naik lima kali lipat selama pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar