PGRI minta pemerintah mudahkan akses internet untuk belajar di rumah

PGRI minta pemerintah mudahkan akses internet untuk belajar di rumah

Potret tayangan belajar dari rumah yang ditayangkan melalui saluran televisi nasional. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jadi pemerintah hendaknya bisa membuat infrastruktur internet menjadi mudah diakses atau dijangkau
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah menyediakan kemudahan infrastruktur internet untuk menunjang penerapan belajar dari rumah akibat pendemi COVID-19.

"Jadi pemerintah hendaknya bisa membuat infrastruktur internet menjadi mudah diakses atau dijangkau," kata Ketua Umum PB PGRI Prof Unifah Rosyidi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.


Baca juga: Unud berikan kuota gratis selama tiga bulan, dukung belajar daring

Sebab, kata dia, jika penyediaan internet dibebankan kepada guru atau kepala sekolah termasuk melalui pembelian pulsa, dikhawatirkan nantinya malah tidak cukup hanya digunakan untuk kepentingan guru dan peserta didik.

Ia menyatakan sebaiknya ada dana yang disediakan pemerintah untuk provider atau perusahaan yang menyediakan layanan kepada pengguna internet, sehingga semua orang bisa merasakan manfaatnya terutama dalam kebutuhan penerapan pembelajaran dari rumah.

Baca juga: Pengguna aplikasi belajar online melonjak 100 persen lebih saat corona

Sementara itu dari segi konten untuk penerapan belajar dari rumah, ia mengatakan sebaiknya guru membuat model-model yang menekankan aktivitas menyenangkan antara guru dan siswa.

Selain itu juga menyediakan model penilaian yang berubah yakni bukan merujuk pada penilaian konten, melainkan bagaimana siswa menjadi lebih bertanggung jawab serta melaporkan kegiatan selama di rumah.

Baca juga: Anggota DPR minta konten pembelajaran daring disiarkan melalui TVRI

Hal itu dibutuhkan sebab saat sekarang ini dikhawatirkan siswa sudah mulai jenuh melakukan penerapan belajar dari rumah.

"Sekarang mungkin saatnya kita harus mengatakan bahwa guru tidak bisa digantikan dengan teknologi," ujarnya.

Sebab nyatanya pendekatan dari manusia itu memang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Sehingga perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua dalam menemani anak belajar di rumah dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan internet.

Baca juga: Lambatnya jaringan internet kendala kuliah daring di Kalbar

Menurutnya, ada hikmah tersendiri dari penerapan dari rumah salah satunya ialah terjalinnya komunikasi yang baik antara orang tua dan guru untuk kepentingan terbaik bagi anak-anaknya.

Sementara itu, Asna salah seorang guru SMP Negeri di Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat dihubungi mengatakan selama pembelajaran dari rumah terdapat beberapa kendala teknis salah satunya menyangkut jaringan internet.

"Jaringan internet memang tidak semuanya bagus terutama untuk anak-anak yang tinggal di pedalaman, kadang mereka juga mengeluhkan ini," ujar dia.

Baca juga: Tanoto Foundation luncurkan panduan pendampingan anak di rumah

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Palembang operasikan jaringan internet gratis untuk PJJ

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar