Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima bantuan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) bekerjasama dengan PT. Wilmar Nabati Indonesia sebagai partisipasi dalam penanganan COVID-19.

“Pagi ini Kemendagri kedatangan mitra masyarakat, ini memberikan atau menyumbangkan 200 jeriken yang masing-masing 5 kilogram sabun pencuci tangan,” kata Mendagri Tito Karnavian di Jakarta, Jumat.

Mendagri mendeskripsikan sabun pencuci tangan merupakan sebagai bagian dari alat perang terhadap COVID-19 yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Baca juga: Mendagri: Jangan dulu alihkan anggaran Pilkada 2020 untuk Corona
Baca juga: Mendagri distribusikan bantuan dari lembaga kemanusiaan Singapura
Baca juga: Mendagri minta daerah responsif soal anggaran tangani COVID-19


“Alat perang kita yang utama selain alat-alat kesehatan, tentu alat yang bisa mematikan COVID-19 itu, ya ini lipid solvent, alkohol, pelarut lemak, sabun, sampo, dan detergen," kata dia.

Indonesia menurut Tito memiliki bahan dasar yang luar biasa mencukupi untuk membuat sabun, detergen, sampo yang bisa menjadi pertahanan luar dari COVID-19.

"Indonesia adalah produsen nomor satu di dunia untuk minyak kelapa sawit. Nah, artinya kita memiliki peluang untuk menciptakan alat perang itu,” katanya.

Oleh karena itulah Tito berterima kasih atas bantuan yang diberikan Aprobi dan PT. Wilmar Nabati Indonesia yang telah mengambil langkah cepat untuk turut serta peduli terhadap penanganan COVID-19.

"Saya sangat berterima kasih pada PT. Wilmar Nabati Indonesia, salah satu produsen kelapa sawit mengambil langkah cepat memproduksi sebagian dari hasil produknya ke pembuatan sabun cair untuk tangan," katanya.

Bantuan tersebut akan diserahkan kepada siapa saja baik perorangan, badan, lembaga, atau pemda yang berhak untuk mendapatkannya.

Mendagri juga berjanji pihaknya akan menginventarisasi daerah mana saja yang memerlukan bantuan tersebut, kemudian menghubungkan antara produksi dengan permintaan di masyarakat.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2020