Sosok

Lukman Niode meninggal, Krisna Bayu merasa kehilangan mentor

Lukman Niode meninggal, Krisna Bayu merasa kehilangan mentor

Ketua Umum PP Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Krisna Bayu menerima pataka dari Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di sela Rapat Anggota KONI Pusat Tahun 2019 di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (24/4/2019). PB Persambi resmi menjadi anggota KONI. (Tim PP Persambi)

Jakarta (ANTARA) - Meninggalnya olimpian Lukman Niode ternyata berdampak besar bagi olimpian lainnya yaitu Krisna Bayu karena selama ini mantan atlet renang itu merupakan mentor dalam membangun organisasi olahraga maupun sistem pembinaan atlet.

"Kami merasa kehilangan atas meninggalnya mas Luki (panggilan Lukman Niode). Beliau adalah mentor terbaik saya hingga saya bisa seperti saat ini," kata Krisna Bayu saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Krisna Bayu merupakan mantan atlet judo yang merasakan ketatnya persaingan pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, sedangkan Lukman Niode merupakan salah satu atlet Indonesia yang turun pada Olimpiade 1984 di di Los Angeles, Amerika Serikat.

Baca juga: Olimpian Lukman Niode meninggal dunia

Saat ini mantan judokan nasional ini menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) dan sebelumnya membangun Persatuan Pengurus Besar Persatuan Kurash Indonesia (Perkusi).

"Saat saya membangun Kurash dan Sambo mas Luki yang terus mengawal. Begitu juga saat lahirnya IOA (Indonesian Olimpian Association). Beliau terdepan. Makanya kami sangat kehilangan. Kami begitu dekat," kata Krisna Bayu menambahkan.

Mantan judokan yang hobi memancing itu menjelaskan, secara usia memang cukup jauh selisihnya. Begitu juga dengan saat turun di Olimpiade. Meski demikian, kedekatannya tidak diragukan lagi.

"Mas Luki adalah salah satu mentor yang mengedepankan sport science dalam pembinaan olahraga di Indonesia. Beliau dulu juga terlibat di PAL (Program Atlet Andalan) maupun Prima (Program Indonesia Emas)," kata pria berusia 46 tahun itu.

Baca juga: PON dan Olimpiade jadi fokus utama PB PRSI di 2020

Olimpian dari cabang olahraga renang itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni, Jakarta, Jumat pukul 12.58 WIB. Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Harlin Rahardjo.

Kabar meninggalnya Lukman Niode juga tersebar melalui WhatsApp di kalangan media.

“Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun , pada pkl 12 58 di RS Pelni telah meninggal dunia Sahabat kita , Atlit Renang Nasional Kebanggaan Indonesia Lukman Niode , semoga Almarhum Husnul Khatimah dan Keluarga yg ditinggalkan Tabah dan Ikhlas Aamiin YRA,” demikian isi pesan tersebut.

Sebelumnya, Lukman sempat dikabarkan berstatus PDP COVID-19 dan menjalani perawatan di RS Pelni Jakarta. Namun belum diketahui penyebab Lukman Niode meninggal dunia.

Baca juga: Atlet nasional gagal tembus Limit A Olimpiade di kejurnas

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Terdampak COVID-19, Pemkab Pandeglang akan revisi target pajak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar