Criteo: Penjualan online meningkat di tengah pandemi COVID-19

Criteo: Penjualan online meningkat di tengah pandemi COVID-19

Ilustrasi - Seorang konsumen sedang melakukan belanja secara online. ANTARA/Shutterstock/am.

Penjualan ritel online di Asia Tenggara mengalami peningkatan lebih tinggi pada tahun ini dibandingkan 2019
Jakarta (ANTARA) - Layanan periklanan global Criteo menyebutkan sekitar setengah dari semua negara di dunia mengalami peningkatan pada penjualan online disebabkan oleh pergeseran perilaku pembeli karena konsumen melakukan jaga jarak fisik di tengah pandemi COVID-19.

Director of Account Strategy Criteo for Large Customers SEA, Hong Kong and Taiwan Pauline Lemaire mengatakan trafik web harian melonjak lebih dari 50 persen secara global sehingga perdagangan online sekarang menjadi esensial untuk konsumen Asia Pasifik.

“Penjualan ritel online di Asia Tenggara mengalami peningkatan lebih tinggi pada tahun ini dibandingkan 2019 yakni terlihat pada Minggu 23 Maret 2020 sebesar 82 persen,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dari analisis Criteo pada data penjualan dan pemesanan online Kuartal I 2019 dan Kuartal I 2020 dari 80 negara dan dua miliar pembeli bulanan aktif menunjukkan total belanja mencapai 900 miliar dolar AS per tahun di 20 ribu situs e-commerce.

Lemaire menyatakan jumlah itu diperkirakan terus meningkat melalui momen Ramadhan dengan kategori produk teratas yaitu pakaian, kesehatan, kecantikan, elektronik, mainan, dan produk rumah tangga.

Tren saat momen Ramadhan beberapa tahun lalu di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia menunjukkan puncak peningkatan penjualan terjadi pada minggu ketiga untuk 2018 dan 2019.

“Tahun lalu Malaysia dan Indonesia terlihat traksi yang lebih besar dengan kenaikan 106 persen dibandingkan pada 2018 sebanyak 90 persen,” katanya.

Khusus untuk Indonesia, trafik harian yang dicatat dalam indeks dan penjualan untuk ritel online mengalami peningkatan sebesar 115 persen pada 2019 dibandingkan 2018 yaitu 44 persen.

Lemaire mengingatkan agar brand dan pelaku ritel dapat mengantisipasi potensi lonjakan penjualan karena adanya momentum Ramadhan sekaligus jaga jarak fisik akibat COVID-19.

“Mereka harus memastikan bahwa jaringan logistik dan kemampuan pemenuhannya cukup kuat dan stok barang lengkap untuk memenuhi pertumbuhan volume permintaan dan transaksi,” katanya.

Kemudian, brand dan pelaku ritel juga harus memikirkan jenis produk yang dapat melengkapi rutinitas dalam ruangan karena konsumen melakukan social distancing.

“Penting juga untuk mempertimbangkan penyajian penawaran mereka seperti iklan dengan produk yang cocok di dalam ruangan,” ujarnya.

Selanjutnya, brand dan pelaku ritel harus mengamati pola belanja konsumen karena data Criteo menunjukkan aktivitas ritel online dari Malaysia dan Indonesia selama momen Ramadhan 2019 melonjak pada pukul 03.00 setiap hari.

Hal itu diidentifikasi melalui analisis terhadap lebih dari 449 juta transaksi belanja ritel serta lebih dari 47,7 juta pemesanan perjalanan di desktop, smartphone, dan tablet dari 106 pengiklan utama di Malaysia dan Indonesia.

Perangkat desktop menyumbang 80 persen dari semua penjualan ritel serta untuk pangsa seluler mingguan dalam penjualan melonjak 39 persen selama Idul Fitri tahun lalu dan 83 persen sepanjang 2019.

Brand dan pelaku ritel online harus menyusun rencana agar dapat memanfaatkan waktu emas ini untuk menghasilkan transaksi dengan mempertimbangkan di kurun waktu 03.00:00 sampai 04.00,” katanya.

Baca juga: Kiat aman belanja online saat corona
Baca juga: Indef: Belanja daring tahan penurunan ekonomi akibat COVID-19

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI tarik enam uang lama, nilainya fantastis di lapak e-commerce

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar