Laporan dari Kuala Lumpur

WNI positif COVID-19 di Malaysia 108 orang

WNI positif COVID-19 di Malaysia 108 orang

Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) Malaysia menyampaikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) menjadi warga negara asing terbanyak terjangkit positif COVID-19 di Malaysia dengan jumlah sebanyak 108 orang. ANTARA/KKM-HO

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) Malaysia menyampaikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) menjadi warga negara asing terbanyak terjangkit positif COVID-19 di Malaysia dengan jumlah sebanyak 108 orang.

Dirjen Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Jumat, mengatakan pihaknya mengkategorikan kasus COVID-19 terkait warga negara asing berasal dari kelompok wisatawan, pekerja, imigran dan pemohon suaka.

"Dalam kalangan kategori ini terdapat 601 kasus positif COVID-19, yaitu 356 kasus sedang dirawat, 242 kasus sudah pulih dan tiga kasus meninggal," katanya.

Dia mengatakan warga negara asing terbanyak yang tercatat positif mengidap COVID-19 berasal dari Indonesia dengan 108 kasus, diikuti Filipina (104), Bangladesh (63), India (60) dan Pakistan (51). 

"Seperti yang disampaikan melalui media massa, terdapat peningkatan kasus COVID-19 di Singapura yang dikaitkan dengan penularan virus itu di asrama pekerja. Ini dilaporkan menyumbang kepada lebih daripada 50 persen keseluruhan kasus positif di negara itu," katanya.

Mengambil pelajaran dari situasi tersebut, ujar dia, Malaysia perlu mengambil langkah-langkah untuk mencegah penularan COVID-19, khususnya di kalangan warga asing.

Menurutnya, di kalangan industri yang menggunakan banyak tenaga kerja, termasuk dari kalangan warga negara asing, majikan bertanggung jawab untuk memastikan langkah-langkah yang ditetapkan KKM dilaksanakan di tempat kerja.

“Majikan perlu mengadakan pemeriksaan suhu badan dan gejala sebelum pekerja memasuki tempat bekerja. Penyediaan tempat mencuci tangan. Kerap melaksanakan proses pembersihan dan pembasmian kuman, terutama ruangan," katanya.

Noor Hisham mengatakan majikan juga perlu meminta pekerja tidak berkumpul di ruang sempit, menghindarkan terlalu banyak pekerja bersama pada suatu waktu dan membiasakan menjaga jarak fisik saat berbicara.

“KKM juga bekerja sama dengan UNHCR memastikan golongan imigran dan pemohon suaka turut diliputi dalam aktivitas pencegahan dan kawalan yang dilaksanakan oleh pihak pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya bekerja sama erat dengan kedutaan negara-negara terkait di Malaysia serta dengan kalangan LSM supaya dapat membantu KKM menyebarkan serta menyampaikan informasi kepada warga asing di Malaysia dalam bahasanya masing-masing.


Baca juga: 61.743 WNI di Malaysia pulang karena terdampak COVID-19

Baca juga: Malaysia tidak rekomendasikan penggunaan bilik disinfektan

Baca juga: Malaysia telah menangkap 11.017 orang pelanggar PKP


 

TKI dari Malaysia menunggu dua bulan sebelum pulang

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar