Jakarta (ANTARA) - Dua bintang tenis yaitu Novak Djokovic dan Andy Murray saling bercerita tentang pengalaman pertemuan keduanya dalam sebuah sesi siaran langsung Instagram, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.

Dalam sesi tersebut, keduanya melakukan obrolan kurang lebih selama satu jam, diisi dengan cerita momen-momen krusial dalam catatan 36 kali pertemuan mereka.

Baik Novak dan Djokovic pun mengakui bahwa kekalahan menyakitkan terjadi kala mereka dikalahkan satu sama lain.

"Bagiku (kekalahan besar) adalah saat melawanmu di babak final French Open (Roland Garros) 2016," kata Murray, yang mencatat lima kali runner-up di Australia Open.

"Aku akan senang bila memenangi Australia Open atau French Open, tapi itu tantangan buatku karena lapangan tanah liat lebih sulit aku lalui di sepanjang karir. Itu menjadi catatan terbesarku," Murray melanjutkan.

Baca juga: Andy Murray dan Angelique Kerber ramaikan turnamen virtual Madrid Open
Baca juga: Para bintang tenis dunia akan berlaga di turnamen virtual Madrid Open


Menanggapi pernyataan Murray, Djokovic juga menyoroti pertemuan tersebut sebagai pertandingan yang ketat dan menguras kekuatan mentalnya karena sempat tertinggal di set pembuka.

Selesai dengan pembahasan tersebut, keduanya memperpanjang perbincangan dengan menyinggung tema olimpiade.

Meski menyandang gelar peringkat pertama, namun nyatanya Djokovic belum pernah menyabet medali emas di ajang olimpiade. Sementara Murray mengantongi dua medali emas pada Olimpiade 2012 dan 2016.

Petenis Serbia itu menuturkan bahwa kekalahannya di olimpiade, yaitu di babak semi final 2008 saat bertemu Rafael Nadal, Olimpiade 2012 melawan Murray, serta babak pertama Olimpiade 2016 melawan Juan Martin del Potro merupakan catatan yang tak terlupakan dalam hidupnya.

"Pertandingan denganmu di London (2012) atau semi final melawan Rafa di Beijing (2008)," ujar Djokovic saat ditanya kekalahan tak mengenakan saat melawan Murray.

Baca juga: OLIMPIADE 2016 - Andy Murray raih emas kedua
Baca juga: OLIMPIADE 2016 - Djokovic menelan kekalahan kedua


Sementara di Rio de Janeiro (2016), Djokovic berujuar: "Di Rio aku merasa baik, tapi dua hari sebelum pertandingan aku merasa pergelangan tanganku tak baik. Muncul rasa sakit. Tak bisa dipungkiri, aku pun mendapat suntikan (penahan sakit), namun sayangnya aku tetap tak bisa bermain maksimal," pungkas Djokovic.

Di penghujung obrolan, penggemar sempat menanyakan karir apakah yang akan diambil Djokovic atau Murray jika tak bermain tenis.

"Aku ingin menjadi ilmuwan," kata Djokovic.

"Bagiku hal terhebat yang ingin ku lakukan adalah menjadi dokter, kalian pasti tahu apa yang terpenting sekarang," kata Murray merujuk situasi pandemi COVID-19.

Baca juga: Djokovic sumbang satu juta euro ke Serbia untuk perangi virus corona
Baca juga: Laver Cup batal diadakan karena bentrok dengan French Open
Baca juga: USTA: Sangat tidak mungkin US Open digelar tanpa penonton

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
Copyright © ANTARA 2020