6.195 perantau asal Solok pulang kampung selama pandemi COVID-19

6.195 perantau asal Solok pulang kampung selama pandemi COVID-19

Petugas menunggu kedatangan perantau Solok yang akan dikarantina di Padang. ANTARA/ Dokumen

Perantau agar melapor ke posko COVID-19 di Dinas Kesehatan setempat atau memeriksakan kesehatan jika ada ciri-ciri, gejala terkena virus corona tersebut.
​​​​​​​Arosuka (ANTARA) - Sebanyak 6.195 orang perantau asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat tercatat pulang kampung sejak didirikan pos di perbatasan pada 1 April 2020 terkait antisipasi penyebaran virus COVID-19.

"Dari data terakhir sampai Jumat (17/4) sudah 6.195 perantau dari berbagai daerah sudah masuk ke Solok. Walaupun sudah ada imbauan agar tidak pulang kampung," kata Kabag Humas Kabupaten Solok Syofiar Syam di Arosuka, Sabtu.

Ia berharap para perantau yang datang dapat melaksanakan karantina diri di rumah masing-masing sehingga bisa mencegah penyebaran COVID-19.

Perantau agar melapor ke posko COVID-19 di Dinas Kesehatan setempat atau memeriksakan kesehatan jika ada ciri-ciri, gejala terkena virus corona tersebut.
Baca juga: Bupati Solok imbau 4.717 perantau karantina diri

Ke-6.195 perantau tersebut tersebar di 14 kecamatan yaitu Kecamatan Gunung Talang 585 orang, Kubung 1.079 orang, Payung Sekaki 190 orang, X Koto Singkarak  735 perantau.

Kecamatan Bukit Sundi 304 orang, Tigo Lurah 79 orang,  Pantai Cermin 493 orang,  Lembang Jaya 509 orang, Hiliran Gumanti 270 orang,  Lembah Gumanti 368 orang, Danau Kembar 80 orang, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi 135 orang,  X Koto Diatas  620 orang , dan Kecamatan Junjung Sirih 748 orang perantau.

Sebelumnya 114 orang perantau asal Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih dikarantina di Padang pada Jumat (17/4) sebelum memasuki daerahnya.
Baca juga: Diimbau tak mudik, 49 ribu perantau tetap masuk Sumbar sejak 31 Maret

Syofiar menyebutkan karantina tersebut dilakukan karena kekhawatiran masyarakat Nagari Paninggahan setelah sebelumnya ada perantau asal Paninggahan berinisial SR yang meninggal diperjalanan pulang ke Kabupaten Solok dan dinyatakan positif COVID-19 setelah dimakamkan.

Pihaknya berharap setelah dilakukan pemeriksaan di Padang, warga perantau dan masyarakat kampung halaman Paninggahan sama-sama tidak merasa khawatir lagi.

Menurutnya, perantau Paninggahan diinapkan di Padang ditempat yang telah ditentukan dan disiapkan Pemprov untuk selanjutnya dilakukan tes dan pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: Perantau tidak mau isolasi di Sumatera Barat akan dijemput paksa

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kementerian PPN belajar kearifan lokal penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar