Sudah dua positif COVID-19 meninggal dunia di Sultra

Sudah dua positif COVID-19 meninggal dunia di Sultra

Ilustrasi pasien meninggal.

Kendari (ANTARA) - Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dinyatakan meninggal dunia di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bertambah menjadi dua orang hingga Sabtu.

Kedua pasien yang meninggal tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berdomisili di Kota Kendari. Keduanya meninggal saat tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari.

Sebelumnya diberitakan seorang pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 berusia 35 tahun berjenis kelamin laki-laki domisili Kota Kendari meninggal dunia dalam perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Bahteramas Kendari.

Pasien itu menghembuskan nafas terakhir Sabtu (11/4) dini hari sekitar pukul 02:00 Wita.

Baca juga: Di Kendari, siswa SD sumbang "celengan" bantu penanganan COVID-19

Baca juga: BPP Kendari berikan bantuan disinfektan pada NU cegah COVID-19


Berdasarkan rilis terintegrasi Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sultra yang diterima di Kendari, Sabtu (11/4) lalu menjelaskan kronologis penanganan pasien, yakni Senin 6 April 2020 Tim Labkesda Dinkes Provinsi Sultra mengambil swab pasien itu di Rumah Sakit Santaana Kendari tempat pasien pertama menjalani perawatan.

Selanjutnya pada Selasa 7 April 2020 swab pasien dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kemenkes di Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian pada Jumat 10 April 2020, sekitar pukul 13.00 Wita pasien masuk RS Bahteramas menindaklanjuti rujukan dari RS. Santaana.

Lalu pada pukul 17:15 Wita pasien menjalani perawatan di ruang IGD Isolasi Covid, karena telah terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab pasien dari Laboratorium Makassar.

Namun, pada Sabtu 11 April 2020 sekitar pukul 02.00 Wita dini hari pasien meninggal dunia di ruang Isolasi COVID-19 RS Bahteramas Kendari.

Dijelaskan pula bahwa riwayat penyakit awal pasien menjalani perawatan di RS Santaana, yaitu rutinitas pasien 3 kali seminggu cuci darah, dan tambahan penyakit baru yaitu batuk, influenza, dan sesak nafas.

Ada pun perlakuan jenazah, berdasarkan protokol kesehatan jenazah COVID-19.

Kemudian pada hari ini Sabtu (18/4/2020), Satgas Gugus Tugas COVID-19 Sultra kembali merilis bahwa seorang pasien terkonfirmasi positif COVID-19 kembali meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Bahteramas Kendari.

"Innalillahi wainnaillahi rojiun, telah meninggal dunia pasien positif COVID-19, pada hari Sabtu 18 April 2020, jam 01.30 Wita di RSUD Bahteramas, inisial RR jenis kelamin laki-laki usia 75 tahun, alamat Kota Kendari," kata Koordinator Satgas Infokom dan Humas Gugus Tugas Percepatan Pencegahan COVID-19 Sultra Syaifullah.

Almarhum adalah pasien rawat jalan, jenis penyakit Ginjal Cuci Darah (HD) reguler di Rumah Sakit Santaana Kendari. Pasien sempat masuk IGD COVID-19 RSUD Bahteramas rujukan dari RS Santaana Kendari tanggal 2 April 2020, setelah hasil rapid test (tes cepat corona) adalah positif.

Tim medis RSUD Bahteramas menindaklanjuti dengan melakukan tes swab kepada almarhum, hasilnya positif pada tanggal 5 April 2020 berdasarkan pengujian dari laboratorium Makassar.

"Perlakuan jenazah berdasarkan protokol keesehatan jenazah COVID-19," kata Syaifullah.*

Baca juga: 63 ABK di Kendari ikut rapid test COVID-19

Baca juga: Tempat penangkaran buaya dan rusa di Kendari disemprot disinfektan


Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satu warga Kendari diduga suspect corona, diisolasi di RS Bahteramas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar