Semarang (ANTARA) - Sosialisasi mengenai bahaya dan antisipasi penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19) yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui kaus berdesain kalimat sederhana yang dipakai dalam berkegiatan, kini menjadi donasi bagi sebagian masyarakat.

"Karena yang pengen punya kaus banyak, saya bilang ke teman-teman untuk dibuka pre-order saja. Semua bisa pesan dan sekalian donasi, jadi harganya ditinggiin, keuntungan semua untuk donasi," kata Ganjar di Semarang, Sabtu.

Baca juga: Penyaluran bantuan COVID-19 jangan ditunggangi kepentingan pilkada

Kaus tersebut antara lain bertuliskan kalimat berisi pesan lawan Corona seperti, "Bersama Lawan Corona", "Cuci Tangan Terus Biar Gak Kena Corona Virus".

Ada juga yang berbahasa Jawa yakni "Nyedak Keplak" (mendekat ditampar), "Lagi Wabah Becik Ning Omah" (sedang wabah lebih baik di rumah).

Untuk sosialisasi warga menggunakan masker, ada kaus bertulis "Maskeran Keren" dengan desain unik karena jika dilihat dari jauh, orang akan membacanya sebagai "Mas Keren".

Selain itu ada kaus bertema mudik yakni "No Mudik No Cry" dengan gambar wajah Ganjar mengenakan wig ala Bob Marley.

Baca juga: Menparekraf ajak daerah optimis dan siap lonjakan wisata pasca-Corona

Ganjar selalu mengenakan kaus-kaus tersebut dalam berbagai kesempatan, bahkan setiap berkeliling penjuru daerah dengan sepeda atau sepeda motor sambil mengedukasi warga tentang penggunaan masker, cuci tangan, dan pentingnya pembatasan fisik.

Bahkan dalam beberapa sesi wawancara, kaus itu juga dikenakan Ganjar sehingga banyak warga dan warganet yang menyukai desain kaus dan berminat memesan.

Orang nomor satu di Pemprov Jateng menyebut hanya dalam kurun waktu tiga hari, tercatat ada pemesanan sekitar 2.500 kaus dari berbagai penjuru Nusantara.

"Ini adalah bentuk kerja sama kepedulian terhadap sesama, wujud gotong royong masyarakat," ujarnya.

Melalui penjualan kaus telah terkumpul donasi sebanyak Rp170 juta yang sebagian telah digunakan untuk membuat masker kain sebanyak 20 ribu buah yang kemudian dibagikan secara gratis kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan.

Dalam proses produksi kaus dan masker, Ganjar sengaja melibatkan sejumlah konveksi-konveksi berskala kecil di berbagai daerah sebagai upaya untuk kembali menghidupkan ekonomi kerakyatan bagi kalangan yang terdampak wabah COVID-19.***3***

Baca juga: Dekranas bagikan sembako kepada pengrajin di Palembang
Baca juga: MUI Sulsel imbau umat ikuti seruan agar sementara tidak ziarah kubur
Baca juga: Gugus Tugas: Dua warga berstatus PDP COVID-19 meninggal di Medan
 

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2020