PT KAI Divre IV Tanjung Karang kurangi perjalanan KA Kuala Stabas

PT KAI Divre IV Tanjung Karang kurangi perjalanan KA Kuala Stabas

Stasiun KA Tanjung Karang (ANTARA/Ardiansyah)

Pengurangan itu berkaitan dengan kondisi darurat akibat COVID-19 yang berimbas pada penurunan jumlah penumpang
Bandarlampung (ANTARA) - PT KAI Divre IV Tanjung Karang mengurangi frekuensi perjalanan KA Kuala Stabas dari dua trip menjadi satu kali dalam sehari.

"Pengurangan itu berkaitan dengan kondisi darurat akibat COVID-19 yang berimbas pada penurunan jumlah penumpang," kata Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sapto Hartoyo di Bandarlampung, Sabtu.

KA Kuala Stabas beroperasi di rute Tanjung Karang-Kotabumi-Baturaja dan pengurangan frekuensi perjalanan mulai 25 April sampai dengan 16 Mei 2020.

Menurut Sapto, jumlah penumpang periode 1 April -17 April 2020 hanya sebanyak 8.407 orang atau 32 persen dari jumlah kapasitas yang disediakan sebanyak 26.112 tempat duduk.

Sebelumnya PT KAI Divre IV juga telah membatalkan perjalanan KA Sriwijaya jurusan Tanjung Karang-Kertapati yang dimulai pada awal April 2020. Jadi total pada bulan April 2020 ini jumlah KA yang tidak beroperasi di wilayah Divre IV mencapai dua KA (1 KA jarak jauh dan 1 KA Lokal).

Adapun KA Kuala Stabas yang batal perjalanannya adalah KA pemberangkatan dari Tanjung Karang jam 07.30 WIB dan Baturaja jam 14.00 WIB. Sedangkan untuk KA Kuala Stabas yang masih beroperasi adalah KA yang berangkat dari Tanjung Karang jam 13.30 WIB, dari Baturaja jam 06.30 WIB, dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 50 persen dari kapasitas tempat duduk yang ada.

“Hal ini bertujuan untuk menyukseskan program pembatasan jarak antarpenumpang di atas kereta”, ujar Sapto.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, selain menerapkan jaga jarak, PT KAI juga mewajibkan penumpang KA untuk memakai masker ketika berada di stasiun maupun di dalam kereta api.

“Apabila penumpang ketika melakukan proses boarding menolak memakai masker atau kain penutup hidung dan mulut, maka kepada yang bersangkutan akan kita larang untuk menggunakan jasa angkutan KA, sementara bea tiket akan dikembalikan 100 persen di luar bea pesan”, tegasnya.

Lebih lanjut Sapto berharap bagi masyarakat yang akan melakukan pemesanan, pembatalan, ataupun perubahan jadwal tiket KA agar menggunakan layanan tiket daring.

Baca juga: KAI Jember batalkan lima perjalanan kereta dampak COVID-19
Baca juga: 1.698 penumpang kereta api Sumut batalkan pesanan tiket

Pewarta: Hisar Sitanggang/Ardiansyah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Daop 7 Madiun berupaya maksimalkan pesanan tiket daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar