Sepekan, pejabat tak dapat THR hingga proyeksi pariwisata booming 2021

Sepekan, pejabat tak dapat THR hingga proyeksi pariwisata booming 2021

Pengendara melintas di dekat gerbang yang diblokade dan diisi spanduk larangan berkunjung ke Pantai Kuta, Bali, Jumat (17/4/2020). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/hp.

Sesuai instruksi Presiden bahwa THR untuk presiden, wapres, para menteri, anggota DPR, MPR, DPD, kepala daerah, anggota DPRD, eselon 1 dan 2 tidak dibayarkan THR-nya.
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita penting menarik perhatian selama sepekan terakhir seperti presiden, wakil presiden, anggota DPR dan pejabat negara  tidak akan mendapat tunjangan hari raya (THR) pada 2020.

Kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan sektor pariwisata akan mengalami booming pada 2021 setelah wabah virus corona baru atau COVID-19 berlalu.

Berikut rangkuman berita yang banyak menarik perhatian masyarakat mulai 13 April sampai 18 April 2020:

1. Menkeu: Presiden, wapres, pejabat negara tidak dapat THR

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan presiden, wakil presiden, anggota DPR dan pejabat negara lainnya tidak akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) pada 2020.

"Sesuai instruksi Presiden bahwa THR untuk presiden, wapres, para menteri, anggota DPR, MPR, DPD, kepala daerah, anggota DPRD, eselon 1 dan 2 tidak dibayarkan THR-nya," kata Sri Mulyani di kantornya di Jakarta, Selasa.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Pemerintah pastikan ASN Eselon III ke bawah dan pensiunan dapat THR

2. Presiden Jokowi: Tahun depan akan terjadi "booming" pariwisata

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan sektor pariwisata akan mengalami booming pada 2021 setelah wabah Virus Corona baru atau COVID-19 berlalu.

Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas melalui konferensi virtual dengan topik Mitigasi Dampak COVID-19 Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Istana Merdeka Jakarta, Kamis, mengatakan ia sangat yakin tahun depan pariwisata akan terjadi booming.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Menparekraf ajak daerah optimis dan siap lonjakan wisata pasca-Corona

3. BPS catat neraca perdagangan RI Maret 2020 surplus 743,4 juta dolar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus 743,4 juta dolar AS dengan nilai ekspor 14,09 miliar dolar AS dan impor 13,35 miliar dolar AS.

"Tentunya angka ini menggembirakan di tengah situasi saat ini yang tidak menentu, tapi kita tetap perlu mewaspadai komposisi impor kita," kata Kepala BPS Suhariyanto yang disiarkan secara langsung di Jakarta, Rabu.

Berita selengkapnya klik di sini

4. Pemerintah siapkan Rp6,1 triliun, bantu debitur KUR terdampak Corona

Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp6,1 triliun untuk membantu memberikan kemudahan bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdampak wabah Virus Corona baru atau COVID-19.

“Dari segi KUR, sudah diberikan kemudahan cicilan bunga dan pokok untuk tahun 2020,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers daring di Jakarta, Kamis.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Mentan upayakan penggilingan padi dapat KUR, guna serap gabah petani

5. Pendaftar gelombang pertama Kartu Prakerja dekati 6 juta orang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pendaftar gelombang pertama program Kartu Prakerja mendekati enam juta orang dari seluruh Indonesia.

“Pemerintah mengapresiasi antusiasme yang besar masyarakat terhadap program Kartu Prakerja,” katanya dalam keterangan pers daring di Jakarta, Kamis.

Berita selengkapnya klik di sini

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Disnakertrans Jambi mediasi aduan pekerja yang tak dapat THR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar