Pelni optimalkan kapal penumpang untuk angkut logistik

Pelni optimalkan kapal penumpang untuk angkut logistik

Sebuah kapal Pelni saat akan berlabuh di pelabuhan Murhum Baubau. ANTARA/Azis Senong/am.

kapal penumpang PT Pelni (Perseo) memiliki sekitar 50 persen ruang untuk mengangkut muatan kontainer baikĀ  'dry' ataupun 'reefer' container, angkutan general cargo.
Batam (ANTARA) - PT Pelni (Persero) mengoptimalkan kapal-kapal penumpang untuk angkutan logistik ke seluruh wilayah Indonesia, terutama untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriah dan Lebaran 2020.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni(Persero), Yahya Kuncoro, Minggu, menyatakan kapal penumpang PT Pelni (Perseo) memiliki sekitar 50 persen ruang untuk mengangkut muatan kontainer baik  'dry' ataupun 'reefer' container, angkutan general cargo. Bahkan, beberapa kapal bisa mengangkut kendaraan.

"Potensi ini kami maksimalkan pengangkutan logistik sehingga kebutuhan barang di daerah, khususnya Indonesia Timur dapat terpenuhi," kata dia.

Baca juga: Pelni hanya jual tiket 50 persen dari kapasitas penumpang

Sebagai BUMN transportasi laut yang menjadi tulang punggung ketersediaan logistik nasional, Pelni berkomitmen mengoperasikan kapal-kapalnya untuk membantu pemerintah daerah dan masayarakat dalam distribusi logistik nasional.

Pelni siap mengoperasikan kapal-kapalnya secara bergantian ke beberapa daerah yang tetap membuka pelabuhannya, terutama untuk angkutan barang dan sebagian kecil angkutan orang bagi daerah yang mengijinkan penumpang turun.

Kapal Pelni yang akan dioperasikan di antaranya KM Gunung Dempo yang baru selesai docking di Semarang akan dikirim ke Tanjung Priok, Jakarta.

Kapal yang mampu mengangkut 99 kontainer ini akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 24 April 2020 menuju Surabaya - Makassar - Ambon - Sorong - Jayapura - Sorong - Makassar - Surabaya dan kembali ke Tanjung Priok KM. Gunung Dempo akan Omisi Manokwari, Nabire, Wasior dan akan Deviasi di Ambon.

Kemudian KM Sinabung akan berangkat dari Tanjung Priok menuju Belawan. Kapal ini akan mengganti rute KM Kelud dari Tanjung Priok - Kijang - Batam – Belawan PP.

Baca juga: Dampak COVID-19, Pelni hentikan sementara 26 armada kapal penumpang

KM Ciremai, kapal multifungsi untuk mengangkut kendaraan, kontainer dan orang itu akan berangkat dari Tanjung Priok pada 28 April 2020 menuju Surabaya - Makassar - Baubau - Sorong - Biak - Jayapura - Biak - Sorong - Namlea - Baubau - Makassar - Surabaya - Tanjung Priok.

Lalu KM Nggapulu akan berangkat pada 1 Mei 2020 dengan rute Tanjung Priok - Surabaya - Makassar - Baubau - Ambon – Banda Neira - Tual - Dobo – Fakfak PP dan omisi Kaimana.

KM Dobonsolo akan berangkat dari Tanjung Priok pada 4 Mei 2020 menuju - Surabaya - Makassar - Baubau - Ambon - Sorong - Serui - Jayapura - Sorong - Ambon - Baubau - Makassar - Surabaya – Tanjung Priok dan Omisi Serui.

KM Labobar berlayar mulai 27 April 2020 dengan trayek Surabaya - Makassar – Parepare - Balikpapan - Tarakan-Nunukan - Pantoloan - Balikpapan - Parepare - Makassar – Surabaya.

"KM Labobar dilakukan rekayasa trayek untuk mengangkut General Cargo agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," lanjut Yahya Kuncoro.

Baca juga: Pelni: Kondisi 14 ABK Kelud positif COVID-19 stabil

Selanjutnya KM Dorolonda akan berangkat dari Tanjung Priok masuk jadwal reguler tanggal 8 Mei 2020.

"Kapal-kapal tersebut dapat mengangkut kontainer dan angkutan kargo. Pelni bersama Kemenhub merancang operasional kapal-kapalnya untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," tambah Yahya.

Untuk kapal-kapal penumpang nonkontainer diantaranya KM Lambelu, port stay di Makassar dari 09 - 27 April 2020, KM Tidar port stay di Makassar hingga 30 April 2020, KM Bukit Siguntang port stay di Makassar hingga 2 Mei 2020 dan KM Umsini port stay di Makassar 17 April sd 1 Mei 2020.

Lalu KM Wilis port stay di Makassar 12-30 April 2020, KM Sirimau port stay setelah dock di Makassar 17-30 April 2020, KM Binaiya Port stay di Makassar sd 17-30 April 2020, KM Tilongkabila port stay di Makassar 20-30 April 2020.

KM Bukit Raya akan melakukan rapid test di Kijang  pada 20 April 2020, dan masih menunggu info lebih lanjut. Setiba di Tanjung Priok, kapal akan port stay dari 22 April-7 Mei 2020.

Kapal-kapal lain yang sementara masih port stay diantaranya KM Lawit di Tanjung Priok 10-30 April 2020, KM Awu port stay di Surabaya 31 Maret-26 April 2020, KM Leuser port stay di Surabaya 19-30 April 2020, KM Kelimutu port stay di Semarang 19-30 April 2020 dan KM Tatamailau port stay di Bitung 31 Maret-30 April 2020.

Baca juga: Pelni "portstay" kapal secara bergantian, tekan penyebaran Corona

Lalu KM Sangiang port stay di Bitung 14-30 April 2020 dan KM. Pangrango port stay di Ambon 16-30 April 2020.

Sedangkan untuk Kapal Ro-Ro, yaitu KM Egon port stay di Surabaya 5-15 April 2020.

KM Egon beroperasi mulai 15 - 22 April 2020 dengan rute Surabaya - Lembar - Waingapu pulang dan pergi. Selanjutnya setiba di Surabaya akan port stay pada 22-29 April 2020.

Serta KFC Jetliner port stay di Bau-Bau 11-30 April 2020.
 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kapal Pelni Tilongkabila angkut 18 kontainer logistik untuk Palu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar