Gel pembersih tangan disediakan di halte bus pascakarantina di Paris

Gel pembersih tangan disediakan di halte bus pascakarantina di Paris

Warga antre membeli roti di Paris, Senin (16/3/2020). Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (16/3) malam, memberlakukan pembatasan aktivitas warga selama dua minggu terkait merebaknya COVID-19 di negara tersebut. Reuters menyebutkan sebanyak lebih dari 6600 orang terinfeksi virus tersebut dan 148 orang meninggal. ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier/pras.

Paris (ANTARA) - Halte bus dan pintu masuk metro Paris dilengkapi dengan dispenser gel pembersih tangan untuk penumpang yang juga diwajibkan mengenakan masker saat menggunakan transportasi umum pascakarantina akibat virus corona di kota itu dicabut, kata walikota Paris.

Prancis akan mulai keluar dari karantina ketat pada 11 Mei, dengan sekolah-sekolah akan dibuka kembali saat itu. Namun, pemerintah belum menyebutkan kapan bisnis seperti kafe dan bioskop dapat dibuka kembali dan sejauh mana warga Prancis akan diizinkan untuk beraktivitas.

Walikota Paris Anne Hidalgo, dalam suatu wawancara dengan surat kabar Journal Du Dimanche (JDD) yang diterbitkan pada Minggu (19/4), mengatakan bahwa gel pembersih tangan akan tersedia secara luas karena Paris tetap berusaha untuk menjaga penyebaran virus corona di bawah kendali.

Penyediaan dispenser berisi gel pembersih tangan gratis akan dilakukan di kolam renang, stadion olahraga, tempat pengasuhan anak-anak, serta di jalan-jalan dan di halte, kata Hidalgo.

Dia menambahkan bahwa JCDecaux, sebuah perusahaan terkenal pembuat papan iklan, sedang mengerjakan skema penyediaan gel pembersih tangan untuk publik.

Saat ditanya apakah pihak berwenang di wilayah Paris yang lebih luas perlu mewajibkan pemakaian masker di metro dan kereta komuter, Hidalgo mengatakan hal itu sedang didiskusikan.

"Mengingat betapa padatnya transportasi-transportasi tersebut, (penggunaan masker) ini menurut saya benar-benar perlu," kata Hidalgo.

Hidalgo menambahkan bahwa beberapa jalan di Paris kemungkinan akan ditutup agar tidak dilalui oleh mobil segera setelah karantina wilayah di kota itu dicabut.

Lalu lintas di jalan-jalan itu akan berubah menjadi siklus jalan raya dalam upaya untuk mengurangi polusi dan tidak semakin memperburuk penyebaran virus corona baru, yang menyebabkan masalah pernapasan pada beberapa warga yang terdampak.

Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron menghadapi kritik atas kurangnya masker dan peralatan pengujian COVID-19. Presiden Macron mengatakan bahwa pada 11 Mei, Prancis akan dapat melakukan tes untuk siapa saja yang menunjukkan gejala COVID-19 dan memberikan masker nonprofesional kepada publik.

Prancis telah menjalankan karantina wilayah secara virtual sejak 17 Maret. Beberapa tindakan semakin diperketat di Paris, dan pemerintah melarang warga Paris melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan seperti jogging antara pukul 10 pagi hingga 7 malam waktu lokal.

Sumber: Reuters
Baca juga: Katedral Notre-Dame selenggarakan misa Jumat Agung berskala kecil
Baca juga: Warga Paris dilarang olahraga di luar pukul 10.00 hingga 19.00
Baca juga: Salam matahari bantu redam kesedihan akibat virus corona di Paris

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar