Israel tutup lab uji COVID-19 lantaran salah diagnosis belasan pasien

Israel tutup lab uji COVID-19 lantaran salah diagnosis belasan pasien

Seorang pria Israel yang memakai masker berbicara dengan paramedis berpakaian baju pelindung di dekat tempat pemungutan suara khusus, tempat warga Israel yang dikarantina akibat virus corona COVID-19 bisa memberikan suara dalam pemilihan nasional Israel, di Haifa, Israel, Senin (2/3/2020). ANTARA/REUTERS/AMMAR AWAD/TM

Yerusalem (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Israel pada Minggu (19/4)  mengumumkan penutupan salah satu laboratorium pengujian virus corona COVID-19 lantaran salah melakukan diagnosis terhadap 19 pasien.

Laboratorium, yang berada di Weizmann Institute of Science (WIS) di Israel, mulai beroperasi pada 10 April.

Pada 17 April, Rumah Sakit Assuta di Israel selatan mengungkapkan bahwa sembilan pasien, yang dirawat di bangsal COVID-19 setelah terbukti positif di laboratorium WIS, sebenarnya sehat-sehat saja. Kasus serupa juga ditemukan di dua rumah sakit lainnya di Israel.

WIS pada waktu itu mengatakan kementerian melakukan pemeriksaan ulang terhadap hasil tes laboratorium sebelum merujuk pasien ke rumah sakit.

Institut tersebut juga menyalahkan kementerian karena "menghindari tanggung jawab."

Menyusul insiden tersebut, kementerian melakukan penyelidikan, yang menemukan bahwa 19 orang yang sehat salah didiagnosis dengan COVID-19 di laboratorium WIS.

Berdasarkan pernyataan kementerian saat ini, laboratorium tersebut hanya akan dibuka kembali setelah perbaikan dilakukan sesuai dengan permintaan kementerian.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Menteri kesehatan Israel dan istri didiagnosa virus corona

Baca juga: Infeksi COVID-19 di Israel bertambah menjadi 10.505

Baca juga: Corona jadi ancaman serius bagi para pengungsi Palestina di Tepi Barat


 

Presiden: proses pemeriksaan COVID-19 di laboratorium dipercepat

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar