Dishub NTT: pelabuhan dan bandara tidak ditutup

Dishub NTT: pelabuhan dan bandara tidak ditutup

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka (tengah) (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Kami tegaskan bahwa pelabuhan dan bandara di NTT tidak ditutup, silahkan beroperasi. Yang kami larang hanya angkutan penumpang kapal laut,
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak menutup pelabuhan dan bandara di provinsi berbasiskan kepulauan itu terkait pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kami tegaskan bahwa pelabuhan dan bandara di NTT tidak ditutup, silahkan beroperasi. Yang kami larang hanya angkutan penumpang kapal laut," katanya di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, larangan angkutan penumpang kapal ini diberlakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dari aspek akses transportasi di provinsi berbasiskan kepulauan itu..

Baca juga: Bandara Pekanbaru sesuaikan operasional layanan selama PSBB

Kebijakan larangan ini penting karena selama masih ada pergerakan manusia dalam jumlah banyak maka angka penyebaran akan terus meningkat dari waktu ke waktu, katanya.

Isyak mengatakan, larangan ini semata-mata untuk memberikan ruang kepada pemerintah daerah mempersiapkan berbagai aspek seperti lokasi karantina, tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan untuk penanganan wabah COVID-19.

"Sepanjang ini belum dipersiapkan secara baik maka kami bertahan dulu dengan kebijakan larangan angkutan penumpang kapal laut," katanya.

 Isyak Nuka juga menyinggung penyeberangan penumpang kapal laut untuk rute Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, maupun dari Pelabuhan Lembar, NTB, menuju Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, beberapa waktu lalu yang sempat menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Hal itu, lanjut dia, lebih banyak disebabkan ketidaktahuan penumpang yang umumnya merupakan mahasiswa dan para pekerja karena tidak mendapatkan informasi arangan angkutan penumpang kapal laut.

"Karena itu terhadap mereka kam8 masih memberikan toleransi semata-mata alasan kemanusiaan, karena ketidaktahuan mereka terhadap informasi," katanya.

Baca juga: Ratusan warga Babel menumpuk di Pelabuhan Palembang

Ia menambahkan, namun pihaknya juga telah menyosialisasikan terutama kepada rekan kerja perhubungan di NTB maupun Bali bahwa NTT telah mengambil kebijakan pencegahan COVID-19 secara lebih meluas dengan melarang angkutan penumpang melakukan perjalanan.bandara

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tertahan di Pelabuhan Lembar,  puluhan penumpang asal NTT berharap bisa segera pulang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar