Siswa SMP Solo pecah celengan untuk bantu penanganan COVID-19

Siswa SMP Solo pecah celengan untuk bantu penanganan COVID-19

Seorang siswa SMP dan kakaknya saat mendatangi menyerahkan dana hasil celengannya selama setahun untuk membantu penanganan pandemi COVID-19, kepada petugas polisi, di Mapolresta Surakarta, Senin (20/4/2020) (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Seorang siswa SMP warga Manahan Kecamatan Banjarsari Solo, melakukan aksi mulia dengan memecah celengannya untuk ikut berpartisipasi membantu tenaga medis dan masyarakat terdampak dalam penanganan pandemi COVID-19, di Kota Surakarta.

Seorang siswa SMP tersebut yakni Tyas Dwi Tunjung Wangi (12) bersama kakak kandungnya Tasya Tunjung Wulan (19) menyumbangkan uang hasil celengan selama setahun ini, untuk berpartisipasi mencegah penyebaran virus corona melalui Polres Kota Surakarta, Jateng, Senin.

Kedua anak tersebut dengan membawa uang hasil celengannya selama setahun datang langsung ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta, dan diterima petugas jaga, bersama Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai.

Baca juga: Ibu Ibu Kota pejuang COVID-19

Tyas Dwi Tunjung Wangi yang juga siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Surakarta mengatakan dirinya bersama kakaknya dengan membawa uang recehan logam lima ratusan rupiah atau sebanyak Rp476.500 dan uang kertas Rp650 ribu, sehingga total Rp1.126.500. untuk disumbangkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Tyas Dwi mengaku tergerak hatinya ingin dapat membantu mempercepat penanganan wabah COVID-19, karena salah satu kakaknya juga bekerja sebagai perawat di rumah sakit di Bogor.

"Saya berharap wabah itu, cepat selesai dan kembali menjalani kehidupan normal," kata Tyas.

Tyas juga berharap semoga virus corona segera hilang dari bumi. Uang hasil celengannya nanti biar polisi yang menggunakan untuk membeli alat pelindung diri (APD) atau untuk kebutuhan lain membantu warga terdampak COVID-19.

Baca juga: Ratih, perawat RSUD Banten berjuang ingin pasien COVID-19 sembuh

Tasya Tunjung Wulan (19) mengatakan bersama adiknya awalnya menabung melalui celengan tersebut mempunyai rencana untuk membeli hewan kurban.

Menurut Tasya uang hasil tabungan tersebut sisa uang jajan yang dikumpulkan selama setahun terakhir. Uang itu, rencana memang untuk membeli hewan kurban, tetapi karena kondisi wabah COVID-19 yang dampaknya luar biasa terhadap ekonomi masyarakat maka dialihkan untuk membantu mereka.

"Rencana sebenarnya untuk kurban. Namun karena ada wabah virus ini, saya bersama adik menyumbang untuk membeli APD," kata Tasya yang mengaku siswa kelas 12 SMKN 2 Surakarta.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengapresiasi adanya dua siswa yang mempunyai hati mulai menyumbangkan hasil tabungannya untuk masyarakat yang berdampak wabah COVID-19 di Solo.

"Kedua siswa kakak beradik ini, awalnya menabung untuk membeli hewan kurban. Namun, melihat situasi sekarang ini, keduanya menyumbangkan hasil tabungannya untuk membantu dalam penanganan pandemi COVID-19," kata Andy Rifai.

Oleh karena itu, Andy Rifai mengapresiasi karena keduanya masih muda belia, tetapi sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi peduli terhadap orang lain.

"Kami berharap hal ini, dapat mengapresiasi masyarakat yang lain untuk bersama-sama membantu dalam rangka menanggulangi penyebaran virus corona ini," katanya.

Menurut Andy semua sumbangan dari masyarakat akan diatur untuk penggunaan baik untuk penyediaan APD maupun paket sembako yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. ***3***

Baca juga: Sambut Hari Kartini, Yuni Shara ajak perempuan saling berbagi
Baca juga: Dian Sastro, Ladya Cheryl dan Kartini dunia film
Baca juga: Sosok Kartini di perfilman Indonesia dari masa ke masa

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar