Infeksi corona terjadi pada orang Meksiko, Haiti yang dideportasi AS

Infeksi corona terjadi pada orang Meksiko, Haiti yang dideportasi AS

Pengacara Meksiko Candelario Maldonado, berkostum karakter fiksional Batman, memberikan kue ulang tahun kepada seorang anak memakai masker pelindung di depan rumahnya, saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) secara global, di Monterrey, Meksiko, Sabtu (18/4/2020). (REUTERS/DANIEL BECERRIL)

Orang-orang Haiti ini, mereka kembali ke rumah, kita harus menerima mereka,
Kota Meksiko/Port-au-Prince (ANTARA) - Meksiko dan Haiti telah mendeteksi kasus infeksi virus corona pada migran yang belakangan ini dideportasi dari Amerika Serikat (AS), menurut keterangan otoritas masing-masing negara pada Selasa.

Kasus tambahan itu muncul di kedua negara setelah terjadi penularan di antara orang-orang yang dideportasi ke Guatemala, di mana pemerintahnya menyatakan hampir 50 persen dari jumlah kasus COVID-19 di sana terkait dengan kedatangan migran dari AS pekan lalu.

Tiga orang Haiti yang tiba di negaranya dua pekan lalu dinyatakan positif terinfeksi corona ketika dalam masa karantina, kata penjabat di kementerian kesehatan kepada Reuters.

Di kota perbatasan Meksiko, Nuevo Laredo, seorang migran yang dideportasi dari Houston, AS, menularkan corona kepada 14 orang lainnya di kemah pengungsi milik Gereja Katolik Nazareth.

Para migran dari Kuba, Meksiko, Honduras, dan seorang Kamerun termasuk di antara belasan orang yang terpapar itu. Kelima belas pasien, ada pula tiga anak 16 tahun dan di bawahnya, kini ditempatkan di ruangan isolasi.

Belum jelas di mana lokasi pasti para migran itu pertama terpapar virus, namun kasus-kasus baru itu membuat munculnya permintaan penangguhan deportasi, kecuali otoritas AS bisa melakukan tes pada migran sebelum mereka meninggalkan wilayah negara itu.

Beberapa pegawai di sejumlah fasilitas penahanan migran dan deportasi AS teruji positif terjangkit virus corona, menurut keterangan Badan Bea Cukai dan Imigrasi negara itu.

Sejauh ini Haiti telah mengonfirmasi sebanyak 57 kasus COVID-19. Perdana Menteri Joseph Jouthe menyebut bahwa penerbangan lainnya yang mengangkut 100 orang Haiti yang dideportasi AS akan tiba pekan ini.

"Orang-orang Haiti ini, mereka kembali ke rumah, kita harus menerima mereka," kata Jouthe dalam wawancara dengan stasiun radio lokal, tanpa menyebut infeksi yang muncul pada penerbangan sebelumnya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Guatemala: Migran yang dideportasi dari AS tertular COVID-19
Baca juga: Guatemala berusaha hambat deportasi imigran oleh AS

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Imigrasi Kendari akan deportasi pekerja asing yang tak jalankan protokol kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar