Rupiah melemah seiring masih tingginya permintaan dolar

Rupiah melemah seiring masih tingginya permintaan dolar

Petugas menghitung uang rupiah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc/18.

Rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,36 persen menjadi Rp15.468 per dolar AS
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore melemah seiring masih tingginya permintaan dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 55 poin atau 0,36 persen menjadi Rp15.468 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.413 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah terkoreksi seiring anjloknya harga minyak

"Pada bulan April permintaan untuk dolar meningkat karena banyak perusahaan-perusahaan yang listing di bursa harus membayar dividen kuartal pertama, sehingga permintaan untuk dolar relatif cukup tinggi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Dengan tingginya kebutuhan dolar, lanjut Ibrahim, maka Bank Indonesia (BI) kembali turun ke pasar guna melakukan intervensi sehingga bisa membantu pasar kembali kondusif.

Keputusan tersebut juga mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang saat ini masih relatif tinggi akibat pandemi COVID-19.

"Walaupun pasar terus bergejolak namun BI optimis bahwa fundamental ekonomi masih kuat dan stabil. Arus modal asing yang diperdagangkan sesi siang terus keluar pasar, namun pada saat mendekati penutupan pasar arus modal asing kembali masuk dan kembali membanjiri pasar valas dan obligasi dalam negeri," ujar Ibrahim.

Dari eksternal, harga minyak mentah anjlok ke level terendah karena pasokannya berlebih dan para produsen kehabisan tempat untuk menampung.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun hingga ke zona negatif untuk pertama kalinya, yaitu minus 37,63 dolar AS per barel pada perdagangan Senin (20/4/2020) kemarin.

Baca juga: Minyak AS anjlok di bawah nol dolar, pertama kali dalam sejarah

Sejalan dengan itu, permintaan minyak juga nyaris nihil karena kebijakan jaga jarak yang membuat sepertiga populasi dunia berdiam diri di rumah masing-masing.

Penyebabnya adalah pandemi COVID-19 yang menyerang hampir seluruh negara. Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) mencatat pasien positif COVID-19 di dunia mencapai 2,4 juta dengan jumlah orang meninggal sebanyak 165.237 kasus.

Rupiah pada Selasa pagi hari dibuka melemah di posisi Rp15.507 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp15.468 per dolar AS hingga Rp15.583 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp15.643 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp15.543 per dolar AS.

Baca juga: Yuan berbalik jatuh 95 basis poin, setelah "rebound" kemarin
Baca juga: Dolar menguat, dipicu anjloknya harga minyak Amerika

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Semester I kejati Riau selamatkan kerugian negara 109 miliar rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar