MTI: Masa pandemi kesempatan perbaiki sistem logistik nasional

MTI: Masa pandemi kesempatan perbaiki sistem logistik nasional

Ilustrasi - Kapal pengangkut barang bersandar di dermaga Makassar New Port (MNP) yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/12/2019). ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/nz (ANTARA/ARNAS PADDA)

Daerah dan provinsi perlu ‘logistic centre’ (pusat logistik), terminal dan pelabuhan menjadi ‘logistic center’
Jakarta (ANTARA) - Ketua Forum Laut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Leny Maryouri menilai masa pandemi Covid-19 ini hendaknya dijadikan kesempatan untuk memperbaiki sistem logistik nasional.

Leny dalam diskusi virtual yang bertajuk Angkutan Laut & Dampaknya Terhadap Penularan Covid-19 di Jakarta, Selasa mengatakan sektor logistik merupakan salah satu tumpuan di saat pandemi ini karena kebutuhan distribusi bahan pokok serta alat kesehatan di mana masyarakat tidak bisa bergerak karena adanya pembatasan.

“Hikmahnya adalah bisa melakukan ‘re-arrangement’ (pengaturan) sistem logistik kita. Daerah dan provinsi perlu ‘logistic centre’ (pusat logistik), terminal dan pelabuhan menjadi ‘logistic center’, setiap kota harus ada grosir centre,” katanya.

Sehingga, angkutan logistik dan pusat logistik dioperasikan pada jalan-jalan dan waktu-waktu tertentu,  tambahnya, agar tidak mengganggu lalu lintas yang ada.

“Misalnya, angkutan barang ke ‘retailers’ (pedagang eceran) dilakukan hanya malam hari. Sekarang angkutan barang di tengah kota beredar di jalan-jalan arteri, sehingga menyebabkan kepadatan lebih besar,” katanya.

Pendistribusian barang tersebut, lanjut dia, saat ini bisa memanfaatkan jasa ojek daring untuk menyasar pedagang eceran.

“Jadi, alur-alur barang juga mulai tersistem dan terkontrol, bahkan saat Covid-19 ini mulai selesai masih bisa dijalankan karena bisa meringankan beban lalu lintas,” katanya.

Saat ini, Leny menuturkan terjadi perubahan dalam bisnis dan yang berpengaruh kuat adalah kebutuhan dasar, yakni makanan dan kesehatan, sementara sektor pariwisata, pendidikan mengalami penurunan.

“Masyarakat akan cenderung memerlukan kebutuhan makanan dan kesehatan selama COVID-19 ini dan sektor pertanian serta kesehatan menjadi penyumbang PDB yang besar. Jadi, jangan takut ada resesi ekonomi, diperbaiki saja sistem logistiknya,” katanya.

Selain itu, menurut dia, program tol laut meskipun saat ini belum efektif, namun masih tetap dilanjutkan termasuk alokasi subsidinya untuk mengangkut bahan pokok dari pusat ke daerah.


Baca juga: Pemerintah akan libatkan KPK untuk urus sistem logistik nasional

Baca juga: Kemendag dorong penguatan sistem logistik di Indonesia

Baca juga: Pemerintah-pelaku usaha susun desain sistem logistik nasional, pacu ekspor


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kapolda tegaskan tak ada gereja yang dibakar dalam kasus kekerasan SIgi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar