OTG istri-anak pasien positif COVID-19 dievakuasi ke RSUD Ternate

OTG istri-anak pasien positif COVID-19 dievakuasi ke RSUD Ternate

Petugas kesehatan saat membawa pasien yang terpapar COVID-19 untuk menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie Ternate, Maluku Utara. ANTARA/Abdul Fatah/am.

Kedua OTGĀ itu adalah anak dan istri dari pasien positif COVID-19 berinisial Z yang dicurigai terindikasi terjangkit COVID-19 karena merupakan anggota keluarga serta mempunyai kontak erat dengan Z selama lima hari berada di Tobelo
Ternate (ANTARA) - Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) menyatakan dua Orang Tanpa Gejala (OTG) merupakan istri dan anak pasien positif COVID-19 dievakuasi sekaligus dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

"Kami telah melakukan evakuasi dua OTG yang sebelumnya oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Halut dikarantina di Hotel Bryken Tobelo sejak tanggal 18 April 2020 dan kini dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate," kata Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Halut Deky Tawaris di Ternate, Rabu.

Kedua OTG tersebut adalah merupakan anak dan istri dari pasien positif COVID-19 berinisial Z. Istri berserta anak dari pasien positif COVID-19 ini dicurigai terindikasi terjangkit COVID-19 karena merupakan anggota keluarga serta mempunyai kontak erat dengan Z selama lima hari berada di Tobelo.

"Selain itu, hari ini juga ada tambahan satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berasal dari Kecamatan Galela Barat berjenis kelamin laki-laki yang berumur 24 tahun, orang tersebut mempunyai riwayat perjalanan dari Surabaya," katanya.

Untuk memutuskan rantai COVID-19, Deky mengimbau agar masyarakat diharapkan dapat patuh dan menaati seluruh imbauan-iimbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah, di antaranya selalu menggunakan masker pada saat bepergian keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, selalu di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak dan selalu melakukan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Untuk memutuskan rantai penularan COVID-19 ini merupakan tanggung jawab bersama lapisan masyarakat dan bukan hanya pemerintah daerah, untuk itu diharapkan agar masyarakat dapat patuh dan mentaati imbauan pemerintah," katanya.

Dia menyebutkan satu orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat ini tengah menjalani isolasi di RSUD Chasan Boesoirie Ternate dan tidak tercatat lagi pada status pasien di Halut, melainkan tercatat pasien COVID-19 di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah karena awalnya yang bersangkutan diperiksa di kabupaten tersebut.

"Perkembangan data kasus hari ini ODP berjumlah 83 orang, OTG berjumlah 27 orang, PDP belum ada, selanjutnya yang terkonfirmasi positif tidak ada," demikian Deky Tawaris.

Baca juga: Hingga masuk pandemi COVID-19, enam warga Malut meninggal akibat DBD

Baca juga: Gugus Tugas Pusat salurkan 3.000 APD ke Malut

Baca juga: Di Tidore-Malut, satu jenazah dimakamkan menggunakan protap COVID-19

Baca juga: Untuk penuhi APD bagi tenaga kesehatan, IDI Malut galang donasi

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

6 tahun derita kanker, Hasriah kini ditangani tim dokter spesalis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar