Cara Tatjana Saphira dan Arifin Putra rayakan Hari Bumi di rumah

Cara Tatjana Saphira dan Arifin Putra rayakan Hari Bumi di rumah

Kolase Arifin Putra (kiri) dan Tatjana Saphira (kanan). (ANTARA/Instagram/Arifinputra_/tatjanasaphira)

Jakarta (ANTARA) - Perayaan Hari Bumi kali ini terasa cukup berbeda bagi pemain film dan pegiat lingkungan Tatjana Saphira dan Arifin Putra, karena adanya pandemi virus corona baru COVID-19.

Aktris "Ghost Writer" Tatjana Saphira mengungkapkan ia tengah mencoba untuk mengaplikasikan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dengan cara-cara sederhana di rumah.

"Selama quarantine, sebenarnya enggak jauh beda karena hal yang kita bisa lakukan di rumah terbatas. Namun, di minggu pertama, aku lebih observasi ke diri sendiri, sih, ke penggunaan barang elektronik yang menyala di rumah," kata Tatjana melalui siaran Instagram Live, Rabu.

Menurut aktris yang akrab disapa Tata itu, sejak berada di rumah, ia menjadi lebih sadar dan bijak untuk menggunakan barang elektronik dan air sesuai dengan kebutuhan.

"Lebih ke hal yang simple aja dulu, soal awareness penggunaan listrik, air, yang sesuai dengan kebutuhan kita," ujar Tata.

Sementara, aktor Arifin Putra mengatakan dirinya menjadi lebih kreatif untuk merayakan Hari Bumi di kediamannya. Selain bertanam, ia juga mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga alam dari rumah.

"Simple aja, mungkin kalau masih merasa ribet buat bertanam, bisa belajar dulu gimana ilmunya, untuk nanti kita lakukan di kemudian hari," kata Arifin.

Selain itu, ia juga mengajak untuk mulai mengubah gaya hidup, seperti membiasakan diri membawa tas daur ulang, tumbler, dan bijak untuk membeli barang-barang.

"Misalnya kita udah mulai bosan, lalu mau beli barang-barang, perlu dipikir lagi apa itu perlu atau enggak, intinya mengganti gaya hidup lebih conscious," ujar aktor "Rumah Dara" itu.

Arifin juga mengajak penonton di Instagram Live-nya untuk mulai melakukan zero waste, seperti tidak menyisakan makanan, dan mengurangi penggunaan energi listrik bila tidak diperlukan.

"Menghabiskan makanan, zero waste, hemat energi, dan bijak membeli barang. Sekalinya beli sesuatu bisa dipakai selama mungkin," kata dia.

Baca juga: Gaya hidup "zero waste" yang semakin dilirik

Baca juga: "Sustainable living", tren ramah lingkungan yang diminati di 2019

Baca juga: Cari baju baru untuk lebaran? Cobalah tukar baju

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

UGM kembangkan sistem pendeteksi gempa hingga 3 hari sebelumnya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar