Wall Street melonjak ketika Kongres AS siapkan lebih banyak stimulus

Wall Street melonjak ketika Kongres AS siapkan lebih banyak stimulus

Seorang pialang memotret layar monitor bursa saham di lantai bursa New York Stock Exchange di New York, Amerika Serikat (18/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.

New York (ANTARA) - Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika harga minyak pulih dan Kongres tampaknya akan menyetujui hampir 500 miliar dolar AS lebih, dalam bentuk bantuan untuk usaha kecil keluar dari krisis virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 456,94 poin atau 1,99 persen, menjadi ditutup di 23.475,82 poin. Indeks S&P 500 naik 62,75 poin atau 2,29 persen, menjadi berakhir di 2.799,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 232,15 poin atau 2,81 persen, menjadi 8.495,38 poin.

Semua 11 indeks sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi setelah Senat AS dengan suara bulat menyetujui paket bantuan baru, menambah triliunan dolar dalam stimulus yang telah membantu Wall Street rebound dari posisi terendah Maret.

Harga minyak mentah AS dan minyak mentah Brent berbalik naik setelah runtuh dalam dua hari terakhir, mengirimkan indeks energi S&P 500 terangkat 3,6 persen.

Dewan Perwakilan Rakyat diharapkan akan mengesahkan RUU stimulus baru pada Kamis waktu setempat.

"Waktu respons (stimulus) jauh lebih cepat daripada yang Anda lihat pada 2008. Apa yang Anda lihat adalah penghapusan risiko keuangan yang menghentikan penurunan ekuitas dan memungkinkan pasar untuk benar-benar melihat," kata Anik Sen, kepala ekuitas global di PineBridge Investments di New York.

Indeks acuan S&P 500 berada 17 persen di bawah rekor tertinggi Februari karena penutupan di seluruh negara bagian telah memicu PHK dan menghancurkan belanja konsumen, membuat beberapa industri berisiko runtuh.

Perkiraan untuk klaim pengangguran AS untuk minggu terakhir berkisar setinggi 5,5 juta, sementara angka aktivitas pabrik AS pada April cenderung turun ke level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan 2008. Kedua laporan akan dirilis pada Kamis waktu setempat.

Para analis telah secara drastis memangkas ekspektasi laba perusahaan-perusahaan S&P 500 untuk kuartal pertama dan kedua dan sekarang memproyeksikan resesi perusahaan untuk 2020, menurut data IBES dari Refinitiv.

Seminggu setelah bank-bank besar AS mengeluarkan perkiraan suram 2020, kebijakan konsumen dan perusahaan teknologi bernasib sedikit lebih baik karena langkah-langkah penguncian mendorong permintaan untuk streaming online dan pengiriman makanan ke rumah.

Di tengah reli Rabu (22/4), banyak investor tetap berhati-hati tentang prospek penyebaran virus corona dan kerusakan yang pada akhirnya akan terjadi pada ekonomi global.

“Tidak ada transparansi kapan kasus virus corona akan segera berakhir namun kami akan memiliki keyakinan bahwa kami akan kembali ke ekonomi normal kami. Jika Anda optimis, Anda bisa berpikir pertengahan Mei, tetapi jika Anda pesimis, Anda mungkin berpikir Oktober, dan itu perbedaan besar," kata Mike Zigmont, kepala Perdagangan di Harvest Volatility Management di New York.

Rantai Burrito Mexican Grill Inc melonjak sekitar 14 persen setelah melaporkan penjualan digital dan pengiriman ke rumah melonjak dan mengatakan memiliki cukup uang tunai dan likuiditas untuk melewati tahun berikutnya.

Netflix Inc lebih dari dua kali lipat proyeksinya sendiri untuk pelanggan baru di kuartal pertama. Namun, sahamnya turun 2,9 persen karena memperkirakan paruh kedua lebih lemah jika tindakan penguncian dicabut.

Indeks Russell 2000 dari saham-saham berkapitalisasi kecil AS menguat 1,4 persen tetapi tetap turun hampir 30 persen dari level tertinggi Februari, mencerminkan perusahaan-perusahaan yang lebih kecil tidak sebaik perusahaan-perusahaan terbesar di Wall Street.

“Perusahaan berkapitalisasi kecil dan menengah masih belum melihat adanya pemulihan, dan itu memberi tahu saya bahwa perekonomian masih dipertanyakan,” Ben Philips, Chief Investment Officer dari EventShares ETF memperingatkan.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir. Banyak pedagang percaya volume rendah mencerminkan kurangnya keyakinan di antara para investor.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar