Negara anggota OKI diminta bantu negara-negara Muslim rentan COVID-19

Negara anggota OKI diminta bantu negara-negara Muslim rentan COVID-19

Anggota delagasi negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) meninjau alat penelitian milik PT Bio Farma (persero), Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/10/2019). Kunjungan tersebut ditujukan untuk mengetahui proses pengemasan dan uji kualitas vaksin dalam rangka pelatihan penanganan sistem rantai dingin bagi delegasi negara OKI. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.

Kami meminta semua negara anggota dan organisasi untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan negara-negara anggota di Afrika
Riyadh (ANTARA) - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak negara-negara anggotanya untuk membantu negara-negara Muslim yang berjuang memerangi pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19, khususnya di Afrika.

Komite eksekutif dari kelompok beranggotakan 57 negara itu, setelah pertemuan virtual, juga meminta negara-negara anggota untuk membantu menjembatani kekurangan pasokan medis penting, terutama alat uji dan peralatan pelindung.

"Tidak ada negara yang dapat menangani kerusakan dan berbagai tantangan yang dihadirkan oleh virus corona jenis baru," menurut pernyataan OKI.

"Kami meminta semua negara anggota dan organisasi untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan negara-negara anggota di Afrika."

OKI yang berbasis di Jeddah juga menggemakan seruan PBB untuk gencatan senjata di daerah konflik untuk memungkinkan pengiriman bantuan, khususnya Yaman, yang sejauh ini hanya melaporkan satu kasus positif COVID-19.

Perang selama lima tahun yang berlangsung di Yaman telah menghancurkan sistem kesehatan dan meninggalkan jutaan orang rentan terhadap penyakit.

Reuters

Baca juga: Din Syamsuddin usul sidang OKI bahas pelaksanaan haji darurat corona
Baca juga: Wamenlu tekankan solidaritas untuk Palestina saat pertemuan OKI

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menag temui Presiden bahas tambahan 10 ribu jamaah haji

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar